Dikritik LPW, Ini Jawaban Polisi! - RILIS.ID
Dikritik LPW, Ini Jawaban Polisi!
PENULIS: Muhammad Iqbal , Subrata
Senin | 05/08/2019 21.51 WIB
Dikritik LPW, Ini Jawaban Polisi!
Kabidhumas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad/FOTO RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Kritikan Lampung Police Watch (LPW) terhadap kinerja kepolisian pada baku tembak polisi dan penjahat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di depan Polsek Terbanggi Besar, Lampung Tengah (Lamteng), Minggu (4/8/2019), sekitar pukul 16.30 WIB, dijawab pihak kepolisian. (Baca: Soal Baku Tembak di Lamteng, LPW Kritik Kinerja Polisi).

Kabidhumas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menegaskan, pada baku tembak tersebut, anggota Polsek Terbanggi Besar bukannya tidak siap dalam menyikapi situasi yang terbilang mencekam itu.

Justru, kata dia, pada kenyataannya, anggota Polsek Terbanggi Besar sedang mengamankan warga agar tidak mendekat ke lokasi lantaran membahayakan keselamatan mereka.

Karenanya, perwira menengah polisi itu menilai, kritikan yang disampaikan LPW hanya berdasarkan sudut pandang konten video yang tersebar dan dari angle yang berbeda. (Baca: Mencekam! Polisi-Penjahat Baku Tembak di Jalan Depan Polsek Terbanggi).

”Saat itu, petugas juga telah melakukan penanganan sesuai standart operasional prosedur (SOP) kepolisian,” katanya kepada Rilislampung.id, melalui sambungan telepon, Senin (5/8/2019).

Dia menjelaskan, tugas polisi itu Fights The Crime and Love Humanity, yang artinya memerangi kejahatannya dan menghargai atau menghormati hak-hak asasi manusia. Termasuk pelaku saat akan ditangkap sudah sesuai SOP Perkap No.1/2009.

”Jadi, tidak boleh langsung tembak, dilumpuhkan terlebih dahulu. Nah, karena pelaku melawan menggunakan senjata api dan dapat membahayakan petugas dan masyarakat sekitarnya, maka baru diambil tindakan tegas dan terukur,” ucapnya.

Senada disampaikan Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma. Dia menyatakan, pada saat terjadi baku tembak, anggotanya termasuk yang sedang bertugas di Polsek Terbanggibesar ikut membantu resmob untuk menangkap buronan tersebut.

”Itu kan ada anggota polsek juga yang membantu, cuma nggak kelihatan di dalam video saja,” ucap Made kepada Rilislampung,id, di Mapolsek Terbanggibesar, Senin (5/8/2019).

Dia berharap, semua pihak tidak menganalisa kejadian tersebut hanya dari video yang sepenggal tapi harus secara holistik.

”Jadi saat itu, anggota Polri malah bahu membahu membantu rekannya,” katanya.

Dia menjelaskan, situasi saat baku tembak itu warga ramai, sehingga anggota harus bekerja ekstra mengimbau agar tidak mendekat dan berlindung, karena khawatir menjadi sasaran peluru nyasar dari pelaku,” paparnya.

Dari sisi tersebut, menurut Made, Polri sudah menunjukan sisi kemanusiaannya. Karena walaupun tugasnya memerangi kejahatan (fight crime), tetapi tetap mencintai kemanusiaan (love humanity).

Sementara, Kapolsek Terbanggibesar AKP Riki Ganjar Gumilang juga menjelaskan kegiatan tersebut sudah ada koordinasi antar pimpinan.

”Semua sudah atas perintah. Namun situasional penangkapan yang begitu cepat, sehingga pengambilan keputusan harus segera diambil. Jika tidak diambil, malah bisa kehilangan tersangka,” ujarnya kepada Rilislampung.id melalui pesan singkat via WhatsApp.

Dia menyatakan, semua yang dilakukan polisi adalah untuk masyarakat walaupun penuh resiko tinggi.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID