Diminta Urus Izin, Pihak Toko Daging Bilang: Ribet! - RILIS.ID
Diminta Urus Izin, Pihak Toko Daging Bilang: Ribet!
El Shinta
Kamis | 05/04/2018 15.12 WIB
Diminta Urus Izin, Pihak Toko Daging Bilang: Ribet!
Tim Satgas Pemantauan Pangan Kota Bandarlampung memeriksa keterangan daging beku di Meat Shop Toko Tani Indonesia, Kamis (5/4/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Masalah Meat Shop Toko Tani Indonesia ternyata sangat kompleks. Selain menjual daging beku dalam kemasan rusak, tidak memiliki izin SIUP dan TDP, mereka juga tak punya Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk kepemilikan genset. Tim Satgas Pemantauan Pangan Kota Bandarlampung juga menemukan display daging ayam potong yang tidak mencantumkan tanggal pemotongan dan expired date (ED) di setiap kemasan.

Menanggapi catatan tersebut, karyawan Meat Shop Toko Tani Indonesia, Eva Natalia, menyebutkan ayam potong yang dijualnya hanya titipan dari salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Bandarlampung. "Ayam juga harus dibuat (ED)? Tapi kan ini dari rumahan, apa saya harus minta dari rumah pribadinya? Saya kan hanya menjual titipan produk dari mereka," katanya kepada Tim Satgas Pemantauan Pangan Kota Bandarlampung saat sidak, Kamis (5/4/2018).

Dia juga mengaku ribet dengan tuntutan agar mengurus izin NKV lantaran toko tempatnya bekerja tidak memiliki genset yang menjadi salah satu syarat penjualan daging beku. 

"Ribet juga ya kalo buat NKV, kalau begitu mending nggak usah jualan ayam saja sekalian. Kalau minta surat keterangan dari Alya (RPH, Red) saya mungkin bisa. Tapi kalau saya buat NCV lagi ribet dong, kan saya di sini cuma jual titipan saja. Kalau saya beli genset saja sudah selesai, kenapa harus pakai NKV lagi," kesalnya.

Menanggapi celetukan karyawan Meat Shop Toko Tani Indonesia, perwakilan dari Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kota Bandarlampung dan Dinas Peternakan Provinsi Lampung, Sudaryatmo menegaskan konsumen berhak tahu mengenai kondisi daging beku.

"Ribet itu kalau nggak dikerjakan. Kan kalau dari RPH sudah punya NKV, oke di sana proses pemotongan hingga pengemasannya baik. Tapi begitu sampai di sini terus tiba-tiba mati lampu nggak ada genset, berarti dagingnya cair terus dibekukan lagi. Artinya kondisi dagingnya sudah tidak layak lagi karena teksturnya sudah berubah," tegas Sudaryatmo.

Dia meminta pihak Meat Shop Toko Tani Indonesia segera mengajukan surat permohonan izin NKV ke Distanakbunhut. 
"NKV itu bukti punya genset. Silahkan ajukan permohonan ke Distanakbunhut. Nanti ada tim dari Dinas Perternakan Provinsi Lampung dan Distanakbunhut yang datang mengecek ke sini," pungkasnya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID