Dinahkodai Eria, Bank Lampung Rebound - RILIS.ID

Dinahkodai Eria, Bank Lampung Rebound
Segan Simanjuntak
Kamis | 07/02/2019 07.00 WIB
Dinahkodai Eria, Bank Lampung Rebound
FOTO: BANK LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Setelah beberapa tahun terakhir cenderung turun, kinerja Bank Lampung pada tahun lalu mulai rebound. Selain pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) sudah membaik, aset bank pembangunan daerah ini juga mengalami peningkatan.

Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni mengatakan total aset Bank Lampung pada tahun 2018 sebesar Rp7,4 triliun atau mengalami peningkatan 23,76 persen jika dibandingkan pada tahun 2017 yakni sebesar Rp5,9 triliun.

Bila dibandingkan dengan target pencapaian rencana bisnis tahun lalu sebesar Rp7,3 triliun, total aset Bank Lampung mencapai 101.08 persen.

“Kredit tahun 2018 mencapai Rp4,5 triliun atau naik 10,76 persen jika dibandingkan dengan tahun 2017 yakni sebesar Rp4,1 triliun,” kata Eria saat konferensi pers di kantornya, Rabu (6/2/2018).

Volume DPK juga tumbuh 9,51 persen atau mencapai Rp4.6 triliun. Sementara tahun 2017 sebesar Rp4,2 triliun.

Pertumbuhan DPK, masih kata Eria, lebih didorong oleh pencapaian tabungan dan giro sebesar Rp2,7 triliun atau tumbuh 10,63 persen. Serta deposito Rp1,9 triliun.

“Pertumbuhan DPK didorong terutama oleh tabungan yang meningkat cukup signifikan, yaitu 22,79 persen,” ujarnya.

Perolehan laba bersih Bank Lampung tahun 2018 mencapai Rp137 miliar (un audit) atau tumbuh sebesar 6,42 persen dari tahun sebelumnya.

Peningkatan laba ini sejalan dengan rasio Return On Equity (ROE) dari 21,75 persen pada tahun 2017 menjadi 22,54 persen di tahun 2018.

“Rasio kecukupan modal minimum atau CAR (bank-only) juga relatif masih terjaga di atas batas nilai rasio minimal sebesar 19,69 persen. Ini setelah memperhitungkan risiko kredit, pasar dan operasional,” papar Eria.

Pencapaian rasio keuangan lainnya secara umum masih positif dan berada dalam target yang ditetapkan: Net Interest Margin (NIM) dapat dijaga di 5,54 persen, Cost to Income Ratio (CIR) terkendali di level 77,64 persen.

Kemudian Provision to NPL meningkat 0,02 persen atau 1,01 persen dari sebelumnya 0,09 persen. Loan to Funding Ratio (LFR) juga masih berada dalam rentang yang sehat, yaitu 89,16 persen.

Tidak hanya itu, Bank Lampung telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk implementasi Pemda Online dalam rangka mendukung program pemerintah mewujudkan transaksi non-tunai.

“Kita juga meluncurkan Samsat Online dan billing system pupuk bersubsidi yang terus dikembangkan. Transaksi elektronik terus kami kembangkan untuk meningkatkan daya saing Bank Lampung,” pungkas Eria. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID