Dirjen IKM Fokus Kembangkan Industri Makanan Lampung - RILIS.ID
Dirjen IKM Fokus Kembangkan Industri Makanan Lampung
lampung@rilis.id
Selasa, 2018/04/17 06.05
Dirjen IKM Fokus Kembangkan Industri Makanan Lampung
Plt. Asisten II Pemprov Lampung Taufik Hidayat memberikan cenderamata kepada Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam acara Rapat Koordinasi Nasional IKM di Swiss-Bellhotel, Bandarlampung, Senin (16/4/2018). FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membangkitkan dan mengembangkan industry kecil dan menengah (IKM) melalui sektor makanan di seluruh Indonesia, termasuk Lampung.

Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, sektor makanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena seluruh daerah di Indonesia mempunyai ciri khas makanan sendiri dan laku terjual di pasar domestik maupun mancanegara.

“Kita mau supaya ekonomi daerah benar-benar bangkit ya. Kalau makanan bahan bakunya pasti dari daerah masing-masing. Kalau kerajinan sebagian impor. Nah, jadi saya fokusnya ke makanan dulu. Karena IKM juga sebagian besar 50 persen itu makanan," paparnya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional IKM yang diikuti 32 provinsi di Swiss-Bellhotel, Bandarlampung, Senin (16/4/2018).

Gati menyebutkan bahwa peluang ekspor Indonesia dari sektor makanan cukup besar. Karenanya, ia meminta agar produk makanan yang sudah beredar di pasar saat ini tidak diisi oleh negara lain.

“Makanan ini harus kita branding. Kita bikin brand industrinya. Brand industri itu nanti kita pakai QR Code. Supaya kita tahu kalau ini produksi dari daerah mana,” ujarnya.

Untuk memulainya, Kemenperin melalui Ditjen IKM akan membina para pelaku usaha agar produknya menjadi bagus dan memiliki daya saing yang tinggi. “Tentunya selalu diberikan pendampingan, pelatihan, dan bantuan alat,” tuturnya.

Kemenperin telah memberikan bantuan kemasan industri kepada 300 IKM se-Indonesia. Saat ini, sepuluh prioritas nasional sudah ditetapkan sebagai making Indonesia 4.0. Salah satunya pemberdayaan UMKM dengan memberdayakan 3,7 juta UMKM melalui teknologi misalnya e-commerce UMKM dan pendanaan teknologi.

“Ke depan, UPT harus ditangani oleh orang-orang yang benar-benar kompeten, di mana-mana UPT merupakan ujung tombak dari semua bantuan dari pemerintah pusat,” tandasnya.

Plt. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat menyatakan bahwa sektor makanan cukup melimpah. Namun, ia mengakui pembinaan belum memadai dibandingkan dengan jumlah IKM sebanyak 96.346 unit usaha.

Potensi IKM makanan berbahan baku cokelat tersebar di Pesawaran, Bandarlampung, Lampung Tengah, dan Kota Metro. Lalu keripik pisang dan kopi bubuk di Bandarlampung, Pesawaran, Lampung Barat, Tanggamus, dan Waykanan.

Sulam tapis di Pesisir Barat, Tanggamus, dan Bandarlampung. Sulam Maduaro di Tulangbawang. Selanjutnya souvenir khas Lampung di Metro, Lampung Selatan, dan Bandarlampung.

IKM memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja yang besar dan membuka peluang usaha dalam rangka mewujudkan peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat. “IKM perlu terus diperkuat agar dapat tumbuh dan berkembang lebih dinamis produktif dan berdaya saing,” tukasnya.

Lanjut Taufik, peran pembina sangat dibutuhkan untuk memperkuat industri khususnya IKM. “Ini bertujuan agar dapat semakin eksis memenuhi preferensi konsumen baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri,” kata Taufik.

IKM Dinas Perindustrian Lampung telah melakukan beberapa terobosan antara lain melalui bimtek atau pelatihan terhadap IKM selama tiga tahun terakhir sebanyak 3.213 IKM melalui dana APBD dan APBN. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)