Dirresnarkoba Endus Sindikat Narkoba di Lapas Rajabasa
Muhammad Iqbal
Minggu, 03/06/2018 08:02
Dirresnarkoba Endus Sindikat Narkoba di Lapas Rajabasa
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, Bandarlampung – Sindikat narkoba yang dikendalikan di dalam lembaga pemasyarakatan tidak hanya terjadi pada Lapas Kalianda, Lampung Selatan.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Lampung Kombes Shobarmen mengendus adanya sindikat peredaran barang haram tersebut di Lapas Kelas I A Bandarlampung atau Lapas Rajabasa.

Menurut Shobarmen, sindikat tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana (Napi) kasus narkoba berinisial OR yang kini menjalani hukumannya di Lapas Rajabasa.

Jajarannya pun sudah menyelidiki sindikat narkoba di Lapas Rajabasa. Termasuk berkoordinasi dengan pihak lapas.

“Kami minta pihak lapas menyediakan ruangan untuk memeriksa napi yang dicurigai sebagai pengendali narkoba di dalam lapas,” katanya kepada Rilislampung.id, Jumat (1/6/2018).

Jika ditemukan bukti kuat, penyidik Ditresnarkoba Polda Lampung tidak akan berpikir panjang untuk menetapkan seorang napi tersebut menjadi tersangka.

“Intinya dia sebagai pengendali narkotika dari lapas. Nanti jika memang terbukti, statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka,” ujarnya.

Dikonfirmasi terkait adanya sindikat narkoba di Lapas Rajabasa, Kalapas Sujonggo siap bekerja sama dengan Ditresnarkoba Polda Lampung untuk membongkar kasus tersebut.

“Meskipun di sini saya baru 2 bulan tapi saya akan berusaha membantu instansi terkait seperti kepolisian dan BNN untuk memberantas narkoba dalam bentuk apapun, mau itu tahanan atau bahkan ada anak buah saya yang bermain akan saya tindak,” tegasnya.

Sujonggo mengklaim telah mengirimkan surat kepada Kanwil Kemenkumham dan Polda Lampung untuk melakukan sidak ke setiap blok-blok sel tahanan.

“Saya sudah menyurati kantor Kanwil Kemenkumham dan Ditresnarkoba Polda Lampung, kita akan adakan sidak di lingkungan Lapas Rajabasa. Cuma kalau soal waktunya saya rahasiakan,” ucapnya. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)