Diterjang Banjir Bandang, Rekanan Tetap Perbaiki Jalan Padangcermin-Kedondong - RILIS.ID
Diterjang Banjir Bandang, Rekanan Tetap Perbaiki Jalan Padangcermin-Kedondong
Bayumi Adinata
Rabu | 22/05/2019 16.02 WIB
Diterjang Banjir Bandang, Rekanan Tetap Perbaiki Jalan Padangcermin-Kedondong
Ruas jalan Padangcermin-Kedondong, Kabupaten Pesawaran, belum lama ini diterjang banjir bandang dan tanah longsor. FOTO: IST

RILIS.ID, Pesawaran – Banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Padangcermin dan Wayratai, Pesawaran, pada 20 April lalu, tidak hanya melululantakan rumah warga.

Ruas jalan Padangcermin-Kedondong juga turut hancur akibat diterjang air bah tersebut. Bahkan akses Pesawaran menuju Bandarlampung maupun sebaliknya, terputus.

Padahal, proyek jalan Padangcermin-Kedondong itu baru rampung dikerjakan oleh PT Amarta Karya (AK) dan PT Sang Bumi Ratu (SBR) yang menggunakan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar Rp160 miliar.

Meski begitu, pihak rekanan tidak lepas tanggung jawab. PT AK dan PT SBR tetap melakukan perbaikan meski keadaan memaksa (force majeur).

Istilah force majeur adalah keadaan atau peristiwa yang terjadi di luar dugaan kemampuan dan kekuasaan para pihak hingga mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan kewajiban salah satu atau para pihak.

Peristiwa force majeur meliputi gempa bumi, angin topan, banjir, tanah longsor, sambaran petir, kebakaran, ledakan, dan bencana alam lainnya. Termasuk perang, terorisme, pemberontakan dan embargo.

Kondisi force majeur ini pun diakui oleh sejumlah kepala desa, camat Padangcermin dan Wayratai.

“Kepala Desa Gunungrejo, Bunut dan Padangcermin telah membuat surat pernyataan bencana alam diketahui camat masing-masing. Karena desa mereka terdampak bencana alam beberapa waktu lalu,” kata Rosyidin, pelaksana proyek jalan Padangcermin-Kedondong kepada Rilislampung.id, Rabu (22/5/2019).

Menurut dia, curah hujan yang tinggi hingga banjir bandang telah berdampak terhadap pekerjaan pada paket pembangunan jalan Padangcermin- Kedondong (Link-040) di Kabupaten Pesawaran.

“Karena curah hujan tinggi, pada hari itu juga terjadi tanah longsor dan banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan pada jembatan dan gorong-gorong karena tidak mampu menampung debit air,” jelasnya.

Pihaknya bersama Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Lampung langsung meninjau lokasi proyek yang sudah rusak karena tertimbun material longsor.

“Untuk itu, kami menegaskan kerusakan terjadi akibat hantaman banjir dan bukan akibat manusia. Ini musibah alam, di manapun musibah banjir pasti akan terjadi longsor dan kerusakan di drainase atau gorong-gorong,” terangnya.

Kondisi tersebut dibenarkan Camat Wayratai Asnawi Mahadaka. Menurutnya, banjir bandang terjadi begitu hebat, pada Sabtu (20/4/2019) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Dia ketinggian air yang mencapai 4,5 meter dari dasar sungai tidak mampu ditampung gorong-gorong hingga meluap ke jalan dan pemukiman warga.

“Dengan terjadinya banjir bandang mengakibatkan beberapa jalan maupun gorong-gorong mengalami kerusakan,” ujarnya.

Sementara Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek Jalan Kedondong-Padangcermin, Affan mengatakan pihaknya tidak lepas tangan dengan hal itu.

“Tetap dilakukan pemeliharaan rutin dalam memperbaiki kondisi kerusakan. Alhamdulillah, sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Menurutnya, lokasi longsor termasuk di daerah rigid beton yang merupakan kegiatan pada tahun anggaran 2017.

“Jadi tidak termasuk pada kegiatan PT SMI 2018. Kerusakan-kerusakan itu diakibatkan oleh adanya bencana alam beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Berikut sejumlah pekerjaan yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor:

1. Nama Bangunan : Gorong-gorong jalan provinsi

    Lokasi: Dusun Candisari I

    Kerusakan: 100% 

2. Nama Kegiatan: Jembatan jalan provinsi

    Volume: 2 x 2 meter

    Lokasi: Dusun Candisari II

    Kerusakan: 15%

3. Nama Kegiatan: Gorong-gorong jalan provinsi 

    Volume:1 x 1 meter

    Lokasi: Dusun Gunungrejo 1

    Kerusakan: 15%

(*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID