Dituding Simpan Video Porno, Siswi Trauma dan Enggan Sekolah - RILIS.ID
Dituding Simpan Video Porno, Siswi Trauma dan Enggan Sekolah

Kamis | 18/10/2018 15.54 WIB
Dituding Simpan Video Porno, Siswi Trauma dan Enggan Sekolah
Kepala SMPN 21 Bandarlampung, Yuliati.  FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Desi Marlisa, siswi SMP Negeri 21 Bandarlampung mengaku telanjur malu dan tidak mau bersekolah lagi. Ini seiring tuduhan sepihak terhadap dirinya yang disebut menyimpan video porno di handphone (hp).

"Saya malu sama teman-teman kalau masuk sekolah lagi," paparnya kepada rilislampung.id, Kamis (18/10/2018).

Kakak kandung Desi, Ahmad Rozali, meminta semua ini diusut tuntas.

”Siapa yang memfitnah adik saya. Saya mohon ada itikad baik dari guru BK, Siti Khodijah, untuk meminta maaf serta mengakui kesalahannya,” tegasnya.

Menurut dia, yang dilakukan Siti Khodijah dengan menuduh adiknya menyimpan video porno telah menyebabkan trauma dan malu.

Guru BK dimaksud, Siti Khodijah, sebelumnya menjelaskan dirinya mendapat informasi Desi menyimpan video porno dari seseorang. Namun ia menolak menyebut informan tersebut.

Di sisi lain, sikap Kepala SMPN 21 Bandarlampung, Yuliati, patut dipuji. Ia dengan jujur mengakui tudingan siswinya menyimpan video porno di handphone adalah sebuah kesalahan.

”Untuk keluarga Desi Marlisa, siswi dimaksud, saya mewakili sekolah memohon maaf atas kejadian ini,” tuturnya.

Kelalaian timbul karena guru bimbingan konseling (BK) langsung menuduh Desi menyimpan video porno. Ini dilakukan tanpa melakukan cross check lebih dulu.

”Jadi, apa yang dilakukan guru BK kami, itu kelalaian kita. Kenapa guru BK tidak langsung berkoordinasi ke saya?” sesalnya.

Terkait siapa oknum yang membuat laporan ke guru BK, dia mengakui belum terungkap. Namun dia berjanji akan menindaklanjutinya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID