Dokter-Bidan Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Malapraktik RS Asy-Syifa - RILIS.ID
Dokter-Bidan Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Malapraktik RS Asy-Syifa
Joni Efriadi
Kamis | 27/06/2019 21.42 WIB
Dokter-Bidan Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Malapraktik RS Asy-Syifa
RS Asy-Syifa Medika Tubaba. FOTO: IST

RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Penyidik Satreskrim Polres Tulangbawang (Tuba) memanggil sejumlah saksi terkait kasus dugaan malapraktik terhadap Septina (25) oleh oknum dokter di Rumah Sakit Asy-Syifa Medika, Tulangbawang Barat (Tubaba).

Kanit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polres Tuba Ipda Jefri Syaifullah mengatakan, ada dua saksi yang menjalani pemeriksaan, yakni dr. Rani dan seorang bidan bernama Eka. Keduanya bertugas di Puskesmas Poned Panaraganjaya.

Menurut Jefri, pemanggilan saksi-saksi dari puskesmas adalah untuk mengumpulkan keterangan dan bukti terkait dugaan kasus malapraktik tersebut.

“Iya (klarifikasi) dari Puskesmas Poned, dr. Rani dan bidan Eka," katanya, Kamis (27/6/2019).

Meski begitu, Jefri belum bisa menjelaskan secara rinci terkait pemeriksaan kedua saksi tersebut. Ia mengaku sedang izin keluar daerah.

“Saya lagi di Bandarlampung, nanti saya tanyakan anggota," ucapnya. (Baca juga: Kain Tertinggal di Perut, Oknum di RS Asy-Syifa Dipolisikan)

Disinggung terkait pemanggilan pihak RS Asy-Syifa, Jefri mengaku segera melayangkan surat panggilan.

“Iya (akan panggil RS Asy-Syifa), akan kita jadwalkan," tukasnya. (Baca juga: Rentetan Masalah RS Asy-Syifa: Dugaan Malapraktik hingga Belum Kantongi IPAL)

Dikonfirmasi terpisah, Eka yang merupakan tenaga medis Puskesmas Poned Panaraganjaya, mengaku menjalani pemeriksaan selama lima jam lebih.

“Dari sekitar jam 10.00 WIB sampai 14.00 WIB. Tadi diperiksa satu ruangan (dengan dr. Rani), tapi beda petugas," katanya.

Eka adalah bidan yang telah mengeluarkan kain kasa di mulut rahim perut Septina.

“Kalo pertanyaannya banyak, soal peristiwa kemarin (Operasi sesar Septina)," katanya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID