Dokter pun Bisa Sumbang Inflasi - RILIS.ID
Dokter pun Bisa Sumbang Inflasi
[email protected]
Senin | 06/05/2019 13.18 WIB
Dokter pun Bisa Sumbang Inflasi
Wirahadikusumah

Oleh: Wirahadikusumah

APA hubungannya dokter spesialis dengan inflasi? Itulah pertanyaan dalam hati saya ketika membaca rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung yang ditayangkan di website institusi tersebut, Jumat (3/5/2019).

Dalam rilis tersebut, BPS Lampung menyatakan, pada April 2019 Bandarlampung mengalami inflasi sebesar 0,69 persen. Beberapa yang dominan memberikan andil dalam pembentukan inflasi adalah dokter spesialis. Yakni sebesar 0,01 persen.

Karena penasaran apa hubungan dokter spesialis dengan inflasi, saya sampai menghubungi pengamat ekonomi asal Universitas Lampung Asrian H. Caya. Saya memang cukup lama mengenal beliau. Sebab, saya adalah juniornya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Kepada saya, Bang Asrian (sapaan akrab saya kepada Asrian H. Caya, Red) menjelaskan, dalam menghitung inflasi, BPS pastinya telah melakukan berbagai tahapan. Sehingga tidak sembarangan dalam menentukan komponen apa saja yang dominan menimbulkan inflasi.

Dia mengatakan, sebelum menentukan inflasi, BPS melakukan survei biaya hidup. Ada sekitar 500 komponen harga dari barang dan jasa yang dipantau. Survei itu untuk mengetahui porsi pengeluaran masyarakat untuk apa saja yang terbesar.

”Dengan data BPS itu, berarti pengeluaran masyarakat untuk berobat ke dokter spesialis tergolong besar sehingga menjadi salah satu komponen yang dominan dalam memicu inflasi,” jelasnya kepada saya.

Pastinya, kata dia, data BPS itu menunjukkan, kebutuhan berobat warga Bandarlampung ke dokter spesialis cukup besar.

”Nah, penyebab besarnya pengeluaran warga ke dokter spesialis ini ada dua kemungkinan. Pertama, karena tarifnya memang mahal. Kedua, dokter umum tak bisa lagi menangani penyakitnya. Sehingga, meski mahal tetap harus berobat ke spesialis,” paparnya.

Untuk itu, terus dia, idealnya dokter spesialis di kota ini tidak memberlakukan tarif yang mahal. Karena, dampaknya ke ekonomi warga juga. ”Ya itu tadi, mereka (dokter spesialis, Red) pun bisa menyumbang inflasi di kota ini,” jelasnya.

Setelah mendengar penjelasan dari Bang Asrian itu saya kembali bertanya dalam hati. Jika profesi dokter spesialis bisa menjadi salah satu faktor dominan yang menyumbang inflasi, apakah profesi jurnalis juga bisa seperti itu?

Semoga tidak! Aamiin!(whk)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID