Dua Pekan, Toko Daging Ini Masih juga Tak Bisa Tunjukkan Izin - RILIS.ID
Dua Pekan, Toko Daging Ini Masih juga Tak Bisa Tunjukkan Izin
El Shinta
Kamis | 19/04/2018 20.58 WIB
Dua Pekan, Toko Daging Ini Masih juga Tak Bisa Tunjukkan Izin
Tim Satgas Pangan Kota Bandarlampung melakukan pemeriksaan temperatur freezer dan kondisi daging di Meat Shop Toko Tani Indonesia, Kamis (19/4/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Tim Satuan Tugas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Meat Shop Toko Tani Indonesia di Jalan Pangeran Antasari No. 138, Kedamaian, Kamis (19/4/2018).

Tim menagih janji manajemen toko daging itu saat sidak dua pekan lalu untuk segera mengurus sejumlah izin. Namun manajemen ternyata belum juga melakukannya.

Kepala Dinas Badan Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung, Kadek Sumarta, mengatakan izin dimaksud di antaranya surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan tanda daftar perusahaan (TDP).

“Masalah SIUP dan TDP akan kami laporkan ke pimpinan. Katanya sudah diurus, tapi buktinya tidak ada. Kami minta waktu dua hari untuk membereskan masalah ini,” jelas Kadek usai sidak di Meat Shop, Kamis (19/4/2018).

Dia menjelaskan, manajemen Meat Shop juga belum memiliki generator set (genset) otomatis dan mengurus izin nomor kontrol veteriner (NKV).

”Ada genset kecil, belum sesuai. Kami tunggu penyempurnaannya. Karena makanan dan daging ini butuh kepastian. Termasuk, kami minta lampirkan sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia),” tegasnya.

Kendati demikian, ia melihat ada beberapa perubahan. Tidak ada lagi sosis dan bakso kemasan tanpa tanggal kedaluwarsa. Meat Shop juga sudah mencantumkan kontrol suhu pada freezer. ”Sudah dicek alatnya dan hasilnya bagus,” terangnya (baca: Satgas Pangan: Daging di Meat Shop Toko Tani Tak Layak Konsumsi).

Sementara, Manager Meat Shop Toko Tani Indonesia, Chandra, mengaku SIUP dan TDP sudah mengurusnya. Sedangkan izin NKV yang mengurus adalah pusat.

”Izin NKV sudah diurus pusat tapi kami belum mendapatkan fotokopinya. Ini saya hubungi belum bisa. Nanti segera kami lampirkan,” ujar Chandra.

Sedangkan untuk kepemilikan genset pihaknya meminta tenggat waktu lantaran terbentur biaya yang cukup besar, tergantung merek. Bisa puluhan sampai ratusan juta. Juga belum ada tempat menyimpan yang aman.

”Tapi janji ya akan dipenuhi. Soal label halal dari MUI, sebenarnya sudah ada dari Australia karena daging kami kan impor. Nanti kita sertakan bersama bukti kepengurusan izin lainnya,” pungkasnya. (*)

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID