Dua Penyair Lampung Juarai Lomba Puisi Esai ASEAN - RILIS.ID
Dua Penyair Lampung Juarai Lomba Puisi Esai ASEAN
[email protected]
Minggu | 10/03/2019 11.56 WIB
Dua Penyair Lampung Juarai Lomba Puisi Esai ASEAN
Isbedy Stiawan ZS (kiri) dan Fajar Mesaz. FOTO: FACEBOOK

RILIS.ID, Bandarlampung – Dua penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS dari Bandarlampung dan Fajar Mesaz dari Mesuji memenangkan lomba menulis puisi esai ASEAN 2019.

Panitia lomba, Fatin Hamama R Syam, menerangkan keseluruhan 162 karya puisi yang diterima dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Brunei Darusalam.

”Namun hanya sepuluh yang lolos dan menyabet hadiah utama dan penghargaan,” papar Fatin dalam siaran pers yang diterima rilislampung.id, Minggu (10/3/2019).

Dalam lomba yang dibuka pada 13 November 2018 dan ditutup 30 Januari 2019, itu penyair Isbedy Stiawan ZS mengirim puisi berjudul Kalau Mati di Mana Kuburnya. Sementara, Fajar Mesaz dengan My Lai.

Dewan juri pada lomba ini adalah Datuk Jasni Matlani (Malaysia); Prof Ampuan Brahim Awang Tengah (Brunei Darusalam); dan Anwar Putra Bayu (Indonesia).

Mengutip juri, Fatin menjelaskan ada beberapa aspek kelemahan yang menyebabkan karya lainnya tidak lolos.

Pertama, ada puisi yang baik, bagus, dan berkualitas, tetapi tidak mengungkapkan tema yang bersesuaian dengan syarat lomba.

Kedua, ada puisi yang lebih mendekati puisi lirik atau balada dan tidak pas dengan puisi esai dari segi bahasa, struktur, dan teknik pengolahan.

”Atau karya tidak mengandung unsur dramatik yang merupakan salah satu bagian penting puisi esai,” ungkapnya.

Ketiga, puisi tidak memenuhi syarat dari segi jumlah perkataan dan malah tanpa catatan kaki.

Keempat, terdapat puisi yang hanya menyentuh nilai-nilai lokal. Tidak berhubungan dengan tema yang melibatkan hubungan kemanusiaan ASEAN.

”Meski begitu, sebagian besar karya sangat berkualitas dan memperlihatkan kematangan struktur, format, dan gagasan sebagaimana dirintis Denny JA, terutama dalam konteks pengolahan,” pujinya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID