Dua Pria di Pringsewu Setubuhi Anak Tiri dan Keponakan - RILIS.ID
Dua Pria di Pringsewu Setubuhi Anak Tiri dan Keponakan
Yuda Haryono
Minggu | 16/02/2020 13.00 WIB
Dua Pria di Pringsewu Setubuhi Anak Tiri dan Keponakan
Polsek Pardasuka Polres Pringsewu meringkus dua tersangka persetubuhan terhadap anak di bawah umur. FOTO: HUMAS POLRES PRINGSEWU

RILIS.ID, Pringsewu – Polsek Pardasuka Polres Pringsewu berhasil menangkap dua tersangka persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Kedua tersangka berinisial H (41) dan Y (37) masing-masing warga Pekon Rantau Tijang Kecamatan Pardasuka.

H ditangkap di rumahnya pukul 16.30 WIB. Sedangkan Y ditangkap pukul 17.00 WIB, Rabu (12/2/2020).

Menurut Kapolsek Pardasuka AKP Martono, mewakili kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, kedua tersangka ditangkap berdasarkan tiga laporan polisi yang berbeda.

Pertama Laporan Polisi No.Pol LP/B/76/II/2020/LPG/RES PRINGSEWU/ SEK PARDASUKA tanggal  12  Februari 2020 dengan pelapor Aminah, korban N dan terlapor Y.

Kemudian Laporan Polisi No.Pol LP/B/77/II/2020/LPG/RES PRINGSEWU/ SEK PARDASUKA tanggal 12 Februari 2020  dengan pelapor Aminah terhadap korban N dengan terlapor H.

“Selanjutnya laporan polisi LP/B/78/II/2020/LPG/RES PRINGSEWU/ SEK PARDASUKA tanggal 12 Februari 2020 dengan pelapor HUSEIN  dengan Korban WM dengan terlapor Y," katanya.

Dasar laporan tersebut, petugas bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap kedua tersangka yang telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur N (14) dan WM (15), dengan status pelajar warga Kecamatan Pardasuka.

"Dari hasil pemeriksaan Pelaku H melakukan persetubuhan terhadap N yang berstatus anak tirinya sebanyak dua kali yaitu pada bulan Mei 2019 sekira pukul 23.00 WIB di kamar korban dan yang kedua pada bulan Desember 2019 sekira pukul 24.00 WIB di rumah nenek korban," ucapnya.

Sedangkan untuk tersangka Y terhadap korban WM yang berstatus anak tirinya sudah berkali-kali semenjak tahun 2011.

Saat korban WM masih kelas dua sekolah Dasar dan terakhir kali melakukan pada bulan januari 2020 pukul 22.00 WIB dilakukan di rumah tersangka sendiri disaat istri tidak berada di rumah.

Kemudian tersangka Y terhadap N yang statusnya masih keponakan tersebut sebanyak dua kali yaitu pada Bulan Mei dan Nopember 2019 dan dilakukan di rumah tersangka.

Awal melakukan aksi persetubuhan H melakukan ancaman terhadap korban N dengan cara menodong korban pakai sebilah golok, sambil bilang jangan sampai memberitahu ibunya maupun orang lain.

Sedangkan Y saat melakukan persetubuhan terhadap WM awalnya memberikan iming akan membelikan sepeda motor dan juga memberi mengancam akan menyantet korban apabila memberitahu pada siapapun.

“Kemudian terhadap korban N pelaku Y dengan memberikan iming-iming uang mulai dari 5-10 ribu dan juga ditraktir dibelikan bakso," ungkap kapolsek.

Kapolsek menambahkan atas perbuatan tersebut kedua tersangka terancam pidana 15 tahun penjara ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman hukuman tersebut.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID