Dua Residivis Narkoba Ini Kembali Ditangkap - RILIS.ID
Dua Residivis Narkoba Ini Kembali Ditangkap
Bayumi Adinata
Selasa | 01/05/2018 14.21 WIB
Dua Residivis Narkoba Ini Kembali Ditangkap
Wakapolresta Bandarlampung AKBP Yudy Chandra Erlianto saat menginterogasi salah seorang tersangka narkoba di Mapolresta, Selasa (1/5/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Enam tahun mendekam di jeruji besi lantaran kasus narkoba, ternyata tidak membuat Mamat Syaluri (50) jera. Ia kembali ditangkap jajaran Satnarkoba Polresta Bandarlampung karena kedapatan sedang asyik pesta sabu-sabu.

Selain Mamat, Polresta Bandarlampung menangkap anaknya bernama Ilham Kurniawan (30) dan tiga orang lainnya, yakni Heri Gunawan (30), Ade Yunita (29), dan Gerry Samuel (32).

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan 49 butir ineks, enam paket sabu seberat 1,56 gram, dan satu unit timbangan digital, dan alat hisap sabu atau bong.

Wakapolresta Bandarlampung, AKBP Yudy Chandra Erlianto saat gelar kasus di Mapolresta, Selasa (1/5/2018) menjelaskan, kelima tersangka ditangkap di rumah Mamat di Jalan Ikan Julung No.45 Kampung Skip Rahayu Kecamatan Bumiwaras, pada Jumat (20/4//2018).

Sedangkan Rudi yang sempat melarikan diri saat digerebek di rumah Mamat, berhasil ditangkap pada Kamis (26/4/2018).

“Tersangka Rudi ditangkap di kediamanya di Jalan Jati No.20 Kelurahan Kedamaian Kecamatan Tanjungkarang Timur,” kata Yudy kepada wartawan.

Dari tangan Rudi, aparat mengamankan satu buah pirek, dua tutup botol, tiga paket, dua pisau, satu air softgun, satu timbangan digital, HP, dan satu unit mobil Timor warna silver.

“Semua tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara,” terang mantan Kapolres Lampung Timur ini.

Mamat Syaluri mengaku sudah tiga tahun memakai barang haram tersebut. Ia kerap membeli dari Heri Gunawan.

“Barang tersebut kita pakai ramai-ramai di rumah saya,” akunya.

Sementara, Mamat juga mengaku susah meninggalkan barang haram itu setelah menghirup udara dari Lapas Narkotika Bandarlampung di Wayhuwi.

“Susah ninggalinnya, Mas,” ucapnya kepada Rilislampung.id.

Pengakuan berbeda disampaikan Heri Gunawan yang mengaku membeli sabu dari seorang rekannya bernama Hendra (DPO). Sama seperti Mamat, Heri juga pernah dibui selama dua tahun dengan kasus yang sama.

“Saya baru keluar empat bulan yang lalu,” katanya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID