Dugaan Pelecehan di UIN Raden Intan, Begini Sikap Alumni - RILIS.ID
Dugaan Pelecehan di UIN Raden Intan, Begini Sikap Alumni
Taufik Rohman
Kamis | 10/01/2019 11.59 WIB
Dugaan Pelecehan di UIN Raden Intan, Begini Sikap Alumni
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Alumni Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung yang saat ini menjadi Ketua Bawaslu Provinsi Lampung bersuara terkait dugaan pelecehan seksual di almamaternya.

Adalah oknum dosen sosiologi berinisial SH yang dituding melecehkan mahasiswinya, EP (20), yang berkuliah di Fakultas Ushuludin UIN pada Jumat (21/12/2018) sekira pukul 13.20 WIB. 

EP merupakan mahasiswi aktif dan tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan KOPRI (PMII Puteri) rayon Ushuludin. 

Khoir --sapaan akrab Fatikhatul, mengaku sebagai alumni sangat  mengecam pihak UIN yang justru berpihak pada sang oknum serta mengintimidasi korban dan keluarganya.

Dia mendesak Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung menjamin perlindungan kepada korban dan memastikan keberlanjutan pendidikan korban di kampus UIN Raden Intan Lampung.

”Mengingat korban sangat rentan mengalami intimidasi-intimidasi yang diakibatkan relasi kuasa dalam institusi UIN Lampung,” tegas Khoir, Kamis (10/1/2019).

Dia juga mendesak Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung untuk menonaktifkan sementara oknum dosen itu untuk memudahkan proses penyidikan dan penyelidikan di Polda Lampung.

Dia kemudian memohon Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan akses jaminan keamanan dan perlindungan bagi saksi dan korban.

”Saya mendukung upaya-upaya yang dilakukan Polda Lampung pada setiap proses tahapan penyidikan dan penyelidikan serta memastikan penerapan pasal yang adil bagi korban,” paparnya.

Terakhir, Khoir menyayangkan sikap PSGA UIN Raden Intan sebagai organisasi perguruan tinggi yang mengkampanyekan perlindungan terhadap perempuan dan anak, namun menurutnya justru berpihak pada si oknum.

"Karena ini masalah perempuan, kami  meminta teman-teman media untuk bersama-sama mengawal sehingga korban benar-benar memperoleh keadilan," tandas Khoir. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID