Edan, ‘Nembak’ Bikin SIM di Polres Lambar Rp500 Ribu-Rp800 Ribu  - RILIS.ID

Edan, ‘Nembak’ Bikin SIM di Polres Lambar Rp500 Ribu-Rp800 Ribu 
Muhammad Iqbal
Selasa, 2018/10/02 21.27
Edan, ‘Nembak’ Bikin SIM di Polres Lambar Rp500 Ribu-Rp800 Ribu 
Kabidpropam Polda Lampung Kombes Hendra Supriyatna ketika diwawancarai di ruang kerjanya Lantai II Mapolda Lampung, Selasa (2/10/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Bidpropam Polda Lampung berhasil melakukan tindakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap empat oknum anggota Satlantas Polres Lampung Barat (Lambar).

Mereka diduga melakukan praktek pungutan liar (pungli) terhadap pemohon yang mau ‘nembak’ pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Keempat oknum polisi tersebut adalah AS, FD, AR (Polwan) dan YR selaku Baur SIM Satlantas Polres Lambar. Dari OTT itu, Bidpropam Polda berhasil mengamankan barang bukti berupa uang Rp11 juta, beberapa lembar pasfoto pemohon pembuat SIM serta SIM yang sudah jadi. 

Kabid Propam Polda Kombes Hendra Supriyatna mengatakan, pihaknya melakukan OTT terhadap keempat oknum Polres Lambar pada Sabtu (29/9/2018). 

“Iya saat ini mereka sedang kita binsus (pembinaan khusus),” katanya kepada Rilislampung.id saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Mapolda Lampung, Selasa (2/10/2018).

Lanjut Hendra, bahwa pihaknya tidak akan segan-segan menindak pelaku pelanggaran dalam hal tersebut. 

“Ya tentu akan kita tindak tegas, tapi sebelum itu kan kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut, kemarin Kasat Lantas nya juga sudah datang kemari (Red Polda),” jelasnya. 

Sementara berdasarkan keterangan sumber terpercaya rilislampung.id, mekanisme pungli yang dilakukan oknum Satlantas Polres Lambar yakni pemohon pembuat SIM dapat memperoleh SIM sesuai keinginannya. Pemohon cukup memberikan sejumlah uang terhadap para petugas tersebut tanpa harus datang ke Polres Lambar.

“Mereka yang mau buat SIM gak perlu datang ke Polres untuk melakukan ujian, cukup serahkan persyaratan seperti fotokopi KTP dan beberapa lembar pasfoto dan juga sejumlah uang. Untuk SIM C itu dibanderol Rp450 ribu hingga Rp500 ribu. Untuk SIM mobil atau SIM A dibanderol Rp800 ribu, pemohon bisa mendapatkan SIM itu dalam kurun waktu dua sampai tiga hari,” beber sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut. 

Menanggapi hal tersebut lagi-lagi Kabid Propam Polda tidak menampik. “Ya yang pasti mereka bayar lebih besar dibandingkan PNBP,” ujarnya. 

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan keempat oknum petugas tersebut mengakui bahwa aksi pungli yang mereka lakukan, hanyalah menjalankan tugas atau instruksi dari pimpinan. Namun, belum ada kejelasan pimpinan yang dimaksud apakah Kapolres atau Kasatlantas Polres Lambar. 

Hingga berita ini diturunkan pesan singkat yang dikirimkan ke Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto guna meminta konfirmasi terkait kabar tersebut, belum mendapatkan respon. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)