Ekonomi Berbasis Kerakyatan itu Bernama Warung Bima - RILIS.ID
Ekonomi Berbasis Kerakyatan itu Bernama Warung Bima
El Shinta
Selasa | 20/03/2018 06.45 WIB
Ekonomi Berbasis Kerakyatan itu Bernama Warung Bima
Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi menunjukkan konsep program ekonomi kerakyatan yang diberi nama Warung Bima dalam acara Rilis Corner di Kantor Rilislampung.id, Senin (19/3/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi tengah merintis sebuah program ekonomi kerakyatan yang disebut-sebut bisa mencegah kapitalis berkuasa penuh di Kota Tapis Berseri ini.

Mengusung konsep minimarket berbasis ekonomi kerakyatan, Wiyadi akan meluncurkan Warung Bima atau Berkah Insan Mandiri di jalur 2 Perumahan BKP Kemiling, Bandarlampung, pada akhir pekan ini.

“Nama Bima itu sebenarnya nama anak saya. Minimarket konsep modern, tapi produknya lokal punya. Selain itu, harganya jauh lebih murah dibandingkan di minimarket lainnya,” kata Wiyadi dalam acara Rilis Corner di Kantor Rilislampung.id, Senin (19/3/2018).

Warung Bima secara kasat mata akan sama dengan waralaba lainnya. Yang membedakan adalah sistem member, di mana setiap anggota akan memiliki tabungan secara otomatis.

“Jadi siapa yang beli, itu mendaftar jadi member dengan menyerahkan fotokopi KTP dan nomor WhatsApp. Misalnya, beli minyak goreng 1 liter, keuntungan Rp 1.000 dibagi dua, 40 persen dikembalikan kepada member, 60 persen saya kembalikan untuk operasional Warung Bima,” tuturnya.

“Yang dikembalikan ke member bukan seperti belanja di mal, dapat potongan harga atau diskon. Tapi berupa uang tabungan, tidak diberikan saat itu juga. Tapi tersimpan di database dan buku tabungan yang akan dibagikan pada akhir tahun nanti. Alhamdulillah sudah banyak yang mau jadi member, sekarang sudah sampai 563 orang,” sambungnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengakui bahwa program ekonomi kerakyatan yang dirintisnya untuk membangun sebuah kepercayaan (trust). Secara bertahap, Warung Bima akan dikembangkan di seluruh kelurahan.

“Kita upayakan tahun 2019 member bisa mengembangkan di daerahnya masing-masing. Jadi setiap anggota merasa memiliki Warung Bima dan mereka bisa menikmati sisa hasil usaha atas sahamnya,” tukasnya.

Wiyadi menambahkan, Warung Bima yang berdiri di sebuah ruko berlantai dua bukanlah investasi sedikit. Setidaknya, ia telah merogoh kocek miliaran rupiah untuk membangun program tersebut.

Selain investasi ekonomi kerakyatan, Ketua DPC PDI Perjuangan Bandarlampung ini juga menanamkan investasi politik menjelang pemilihan legislatif tahun depan. Termasuk persiapan menghadapi pemilihan wali kota tahun 2022 mendatang.

“Saya juga akan kumpulkan caleg dari PDIP dengan membuat warung kecil di garasi rumahnya masing-masing sebagai modal sosialisasi ke masyarakat. Barang dagangannya akan saya drop. Kita seorang politisi, ya ini keuntungannya. Kan di setiap kartu member ada foto saya sebagai penanggungjawab. Kalau disurvei kenal apa nggak sama saya, pasti kenal. Kan saya selalu ada di dompet mereka. Saya nggak merugikan masyarakat, membagikan kebaikan,” pungkasnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID