Gagasan Cak Agus: Lulusan UTB Harus Jadi Entrepreneur - RILIS.ID

Gagasan Cak Agus: Lulusan UTB Harus Jadi Entrepreneur
gueade
Jumat, 2018/06/01 09.00
Gagasan Cak Agus: Lulusan UTB Harus Jadi Entrepreneur
Rektor UTB, Agus Mardihartono, di Kantor Rilislampung.id, Kamis (31/5/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Hendarmin

RILIS.ID, Bandarlampung – Selepas menjadi Wakil Bupati Tulangbawang periode 2007-2012, Agus Mardihartono, menekuni dunia pendidikan. Doktor kebijakan publik Univesitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta 2012 itu, kini menjabat Rektor Universitas Tulang Bawang (UTB) 2018-2022.

UTB sendiri adalah perguruan tinggi swasta (PTS) di Bandarlampung, yang berdiri pada tahun 1999. UTB adalah pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Ilmu Politik Lampung (STIAL/STISIPOL) beralamat di Jalan Gajah Mada No. 34 Bandarlampung.

Sebagai seorang rektor, tentu bukan tugas mudah bagi Cak Agus –sapaan akrabnya, untuk mengembangkan UTB di tengah persaingan ketat PTS yang tumbuh bak jamur di musim hujan. Apalagi menurut dia, saat ini adalah masa digital disruption atau kegalauan di era digital.

”Sekarang ini enak, mau beli makanan tinggal mencet-mencet di ’hape’ (handphone), ada go food. Ini mungkin terinspirasi kalo kita masuk warteg (warung tegal/makanan), kita pilih-pilih menu, duduk, terus diantar makanannya,” ungkap Cak Agus dalam Rilis Corner di Kantor Rilislampung.id, Kamis (31/5/2018).

Artinya, ada perubahan di era digital ini yang jika tidak segera disikapi maka PTS akan tergerus. Karena itu, ia menekankan pada perubahan kurikulum yang memperhatikan dari selera pasar.

Masyarakat dewasa ini menginginkan lulusan sebuah perguruan tinggi dapat langsung diserap pasar dengan baik. Karena itu perlu inovasi untuk memperpendek jurang digital disruption sebagai antipasi.

”Sarjana bingung begitu lulus. Seharusnya, kalau kita lihat PT seperti politeknik, belum lulus mahasiswanya sudah ditunggu, diminati. Nah, kita ingin ini. Tapi bukan jadi pegawai. Lulusan UTB sesudah lulus jadi entrepreneur, pengusaha,” paparnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)