Gawat! DBD Kian Mewabah di Lampura,  Puluhan Warga Terserang - RILIS.ID
Gawat! DBD Kian Mewabah di Lampura,  Puluhan Warga Terserang
Isti Febri Wantika
Selasa | 28/01/2020 18.02 WIB
Gawat! DBD Kian Mewabah di Lampura,  Puluhan Warga Terserang
Salah satu bocah yang dirawat di RSD Ryacudu Kotabumi. /FOTO ISTI RILIS LAMPUNG

RILIS.ID, LAMPUNG UTARA – Sejumlah pasien yang diduga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengalami perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara (Lampura).

Jumlah tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan beberapa hari lalu. Bahkan salah satu orang tua pasien mengungkapkan, sudah puluhan orang warga Desa Gunung Besar, Kecamatan Abung Tengah, Lampura yang terpapar DBD.  

"Kalau di tempat saya sudah 20-an orang lebih yang kena. Tapi sampai saat ini belum ada penanganan berarti dari aparatur setempat. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti. Entah itu fogging atau apalah,” ujar Pran, warga Desa Gunung Besar, Selasa (28/1/2020) saat menemani putrinya yang sedang dirawat di RSUD Ryacudu Kotabumi.

Menurutnya, wilayah tempat tinggalnya bisa dikatakan salah satu kawasan  yang rentan terhadap penyebaran virus DBD.

Terlebih memasuki musim penghujan seperti saat ini. Hampir selama dua pekan belakangan, dikatakan Pran sudah banyak warga yang mengalami hal serupa. Hal itu diamini Iin, warga Abung Tengah lainnya, seperti gejala DBD pada umumnya, Ardina salah satu putrinya mengeluhkan mual dan pusing di bagian kepala serta mengalami peningkatan suhu pada tubuhnya.

Tak ingin kondisi sang buah hati menjadi lebih parah, lalu dibawalah ke Puskesmas setempat.

"Dirawatnya mulai Minggu, (26/1/2020) lalu. Setelah sebelumnya dilakukan tes kesehatan di Puskesmas setempat, lalu dirujuklah ke rumah sakit RSD Ryacudu. Trombosit turun terus, belum stabil. Mudah-mudahan cepat membaik,” katanya.

Hal serupa diutarakan Abnori, warga Kecamatan Abung Barat. Meski kondisi Renita anak perempuan yang diagnosa positif DBD sudah berangsur membaik, namun masih harus mendapatkan perawatan intensif dari pihak medik untuk memulihkan kembali kesehatan sang anak.

"Sepengetahuan saya ditempat tinggal kami baru anak saya ini. Tapi kalau tidak dilakukan antisipasi dari sekarang, bukan tidak mungkin penyebaran akan meluas,” ucapnya.

Menanggapi banyaknya warga Kecamatan Abung Tengah yang mulai terpapar virus DBD, Mulyadi Camat setempat tak menampik akan hal itu. 

Menurutnya, berdasarkan laporan warga dan kepala Puskesmas Subik, memang benar bahwa banyak warga desa Gunung Besar yang diindikasi terjangkit wabah DBD. Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh warga melalui kepala desa untuk bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan secara bersama-sama.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Mengenai pelaksanaan fogging, kami harapkan secepatnya bisa segera dilakukan. Selain itu pihak puskesmas telah mengerahkan jajarannya untuk mengawasi secara intens masyarakat yang terjangkit DBD,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang tercatat di RSD Ryacudu Kotabumi, sepanjang Januari pihaknya telah menangani sebanyak 57 pasien DBD. Terdiri dari 29 pasien dewasa, dan 28 pasien merupakan anak di bawah umur.

"Untuk hari ini yang masih dirawat sebanyak 11 orang dewasa di ruang penyakit dalam. Lalu lima orang pasien tengah dirawat diruang anak, dan empat orang diruang VIP,” terang Entina, Humas RSD Ryacudu.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID