Putri tak Diakui - RILIS.ID
Putri tak Diakui
[email protected]
Senin | 09/03/2020 09.32 WIB
Putri tak Diakui
Oleh: Wirahadikusumah

Nama lengkapnya Louise Kalista Wilson Iskandar. 

Lebih dikenal dengan nama Kalista Iskandar.

Sapaan akrabnya Kalista.

Putri Sumatera Barat (Sumbar) 2020 itu masih berusia 21 tahun. Dia seorang sarjana hukum. Alumnus Universitas Pelita Harapan. Yang kini melanjutkan pendidikan S-2 nya di bidang Komunikasi Manajemen, Universitas Trisakti.

Ayahnya bernama Egbert D. Iskandar Lam. Keturunan Tionghoa-Indonesia. Juga memiliki keturunan Minangkabau. Ibunya bernama Deborah Escarani Wilson. Keturunan Amerika Serikat. 

Kalista beberapa hari belakangan ini sedang viral. Menjadi bahan ”rumpian” di jagat maya. 

Itu karena Kalista tak mampu melafalkan isi Pancasila dengan benar. Terutama sila ke empat dan ke lima. Di ajang pemilihan Putri Indonesia 2020. Pada, Jumat, 6 Maret 2020.

Kala itu, Kalista sudah masuk babak enam besar. Dia mendapat pertanyaan itu dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Yang didaulat menjadi salah satu juri di acara tersebut.   

Jika Anda ingin melihat videonya, tengok saja di media sosial. Salah satunya YouTube. Videonya banyak bertebaran. Sudah ratusan ribu kali ditonton

Banyak netizen yang mencemooh Kalista. Setelah menonton video tersebut. Namun, ada juga yang memberikan dukungan. Salah satunya presenter kondang Najwa Shihab.

”Saya bisa memahami kegugupan yang pasti berkali-kali lipat dihadapi Kalista tadi malam. Hanya diberi waktu menjawab 30 detik di tengah riuh rendahnya sorakan penonton,” tulis Najwa di Instagramnya. 

Kalista juga sudah memberikan klarifikasi atas insiden tersebut. Melalui instagram story-nya.

Dia menuliskan: ”The biggest thing to take from tonight is that it's okay to be nervous as long as you continue to hold your head up high and stay proud of you are,” ujarnya.

”Hal terbesar yang dapat diambil dari malam ini adalah tidak apa-apa untuk (merasa) gugup selama kamu terus mengangkat kepalamu dan tetap bangga pada dirimu,” demikian jika diartikan dalam bahasa Indonesia.

Kalista juga menyatakan tak ingin terlalu memikirkan kesalahannya itu. Dia masih sangat bangga pada pencapaiannya.

No matter what, Iam still proud of who I am and how far I've come,” tulis Kalista lagi.

This will be something for me to learn from. It isn't the end of my journey, it's just the beginning. Stay safe, stay proud of who you are, and stay kind of each other,” katanya.

Saya juga sebenarnya sependapat dengan Najwa Shihab. Saya yakin Kalista bukannya tak hafal dasar ideologi negara Indonesia itu. Hanya karena faktor kegugupan saja. 

Karenanya, saya tak mau ikut-ikutan mencemoohnya. Lagipula, tak mungkin, dia sampai ke babak enam besar Putri Indonesia, atau terpilih menjadi Putri Sumbar 2020, jika Kalista tak memiliki 3 B (Brain, Beauty, Behaviour).

Memang seakan klise. Tetapi saya yakin, seorang kontestan Putri Indonesia, pasti memiliki 3B. Termasuk Kalista.

Dia tentu tak ujug-ujug terpilih menjadi Putri Sumbar 2020. Pastinya melalui mekanisme pemilihan. Sehingga dia terpilih mewakili provinsi tempat kelahirannya itu di ajang pemilihan Putri Indonesia 2020.

Karena itulah, saja juga heran. Mengapa Pemprov Sumbar tak mengakui Kalista. Sebagai perwakilan Sumbar di ajang pemilihan Putri Indonesia 2020 tersebut. 

Bahkan, sampai-sampai Pemprov Sumbar mengaku tidak mengetahui proses penetapannya. Untuk mewakili provinsi itu di kontes Putri Indonesia 2020.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal. Ia menyatakan pemprov tidak dilibatkan, dilaporkan, dan atau diberitahu sama sekali.

Pemprov Sumbar juga menurutnya tak pernah memberikan rekomendasi. Atau pun izin kepada seseorang ataupun lembaga. Untuk mewakili Provinsi Sumbar dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2020. 

Jasman menyatakan, penyelenggaraan PPI 2020 dilakukan sepenuhnya oleh sebuah yayasan. Yang proses rekrutmen dilakukan tersendiri. Melalui beberapa kampus di Indonesia.

Karenanya, ia meminta kepada siapa pun mengajukan izin resmi ke pemprov. Jika ingin memakai nama Sumbar dalam event. Atau ajang apa pun.

Setelah membaca press release itu, saya langsung menghubungi kawan saya di Sumbar. Namanya Reviandi. Ia adalah Pemimpin Redaksi Posmetro Padang.

Melalui pesan WhatsApp saya menanyakan kebenaran sikap Pemprov Sumbar itu. Dan, Reviandi membenarkan press release itu.

Saya katakan kepadanya, bukankah Kalista adalah Putri Sumbar 2020. Dia juga pernah berfoto bersama istri Gubernur Sumbar. Juga istri Wali Kota Padang.

Foto itu menurut saya bukti kalau Kalista sudah mendapat restu mewakili Sumbar.

Lalu, mengapa sampai tidak diakui Kalista adalah perwakilan Sumbar?

Reviandi hanya tertawa menjawab pesan saya. Ia lantas mengirimkan nomor kontak Jasman.   

”Hahaha. Itulah,” jawab Reviandi.

Saya menduga, Reviandi juga heran. Mengapa Pemprov Sumbar bersikap seperti itu. Yang tidak mengakui Kalista mewakili provinsinya. Meskipun sudah berfoto bersama Ketua TP PKK Pemprov Sumbar.

Lalu, bagaimana dengan Anda?

Heran juga kah?

Jika iya. Anda sama dengan saya.

Ternyata saat ini, cuci tangan bukan hanya untuk terhindar tertular virus Corona. Tapi juga menghindari hal lainnya. (Wirahadikusumah)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID