Gunung Anak Krakatau Status Waspada - RILIS.ID
Gunung Anak Krakatau Status Waspada
[email protected]
Sabtu, 2018/06/23 23.03
Gunung Anak Krakatau Status Waspada
Gunung Anak Krakatau. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau terus mengalami peningkatan aktivitas sejak 18 Juni 2018. Warga dan para wisatawan pun diimbau untuk tak mendekat ke kawah gunung.

“Hingga saat ini tingkat aktivitasnya masih pada status Waspada (Level II), dengan rekomendasi masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 1 km dari kawah," demikian pernyataan yang disampaikan di situs Kementerian ESDM, seperti dilansir detikcom, Sabtu (23/6/2018).

Petugas setempat juga telah melakukan koordinasi mengenai peningkatan aktivitas gunung tersebut. Kewaspadaan petugas diminta ditingkatkan.

"Dalam rangka kesiapsiagaan sejak tanggal 18 Juni 2018 sudah dikoordinaskan dan diinformasikan kepada pihak BPBD Provinsi Banten, BPBD serta BKSDA Provinsi Lampung agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekat ke pulau Anak Krakatau," imbuhnya.

Badan Geoloogi ESDM lantas merinci perkembangan status Gunung Anak Krakatau mulai dari 18 Juni 2018. Pada hari itu, terjadi gempa vulkanik dan tektonik.

"Tanggal 18 Juni 2018, selain gempa vulkanik dan tektonik, mulai terekam juga gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-21 mm (dominan 6 mm)," tulisnya.

Pada hari selanjutnya, gempa hembusan di gunung tersebut meningkat menjadi 69 kejadian per hari. Selain itu, mulai terekam juga gempa dengan low frekuensi.

"Tanggal 19 Juni 2018, gempa hembusan mengalami peningkatan jumlah dari rata-rata 1 kejadian per hari menjadi 69 kejadian per hari. Selain itu mulai terekam juga gempa low frekuensi sebanyak 12 kejadian per hari. Gempa Tremor menerus dengan amplitude 1-14 mm (dominan 4 mm)," sambungnya.

Setelah itu, pada 20 Juni 2018 terjadi 88 kali hempa hembusan, 11 kali gempa low frekuensi dan 36 kali gempa vuklkanik dangkal. Aktivitas gempa itu masih terjadi di hari selanjutnya.

"Tanggal 21 Juni 2018, terekam 49 kali gempa Hembusan, 8 kali gempa Low Frekuensi, 50 kali gempa vulkanik dangkal dan 4 kali gempa vulkanik Dalam," imbuhnya. (*)

Editor Adi Pranoto


komentar (0)