Harga Bawang, Cabai, dan Telur Ayam di Bandarlampung Naik - RILIS.ID
Harga Bawang, Cabai, dan Telur Ayam di Bandarlampung Naik
El Shinta
Jumat | 19/04/2019 20.12 WIB
Harga Bawang, Cabai, dan Telur Ayam di Bandarlampung Naik
Harga bawang merah dan komoditi lainnya mengalami kenaikan harga. FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta 

RILIS.ID, Bandarlampung – Sejumlah komoditi di pasar mengalami kenaikan harga. Antara lain bawang merah, bawang putih, cabai, dan telur ayam. 

Seperti di Pasar Pasir Gintung. Harga bawang merah dan bawang putih naik sekitar Rp5-8 ribu per kilogram (kg). 

”Sekarang harga bawang merah eceran Rp38 ribu per kilogram. Sebelummya harga Rp25-30 ribu per kilogram,” papar Suparti, pedagang di pasar itu, Jumat (19/4/2019).

Untuk bawang putih kini Rp45 ribu dari semula Rp35 ribu per kg.

Selain itu, untuk harga cabai merah setan saat ini di pasaran mencapai Rp40 ribu per kg dari Rp15 ribu per kg. 

Sedangkan, cabai merah keriting yang tadinya Rp12 ribu menjadi Rp18 ribu per kg.

”Sementara, cabai rawit sekarang Rp35 ribu dari Rp25 ribu per kilogram,” jelasnya.  

Kartila, pedagang lainnya mengutarakan hal sama. Menurutnya kenaikan harga yang terjadi saat ini kemungkinan disebabkan susahnya mendapat barang dari petani.

Pedagang biasanya mendapat pasokan dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Namun sudah seminggu belakang, kiriman lebih sedikit dibanding permintaan.

”Saya beli dari eceran terus dijual lagi. Bawang merah saya jual Rp40 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp35 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Untuk bawang putih ia jual Rp48 ribu dari semula Rp24 ribu per kg.

Pantauan di Pasar Smep, harga bawang merah dan bawang putih juga naik.  
Bawang merah Rp42 ribu per kg dari Rp35ribu per kg. Bawang putih Rp45 ribu dari semula Rp42 ribu per kg.

”Sedangkan telur ayam boiler Rp24 ribu yang tadinya Rp21 ribu per kilogram,” jelas Desi, pemilik Toko Hi. Yatimin di Pasar Smep. 

Dia menerangkan kenaikan harga kemungkinan dipicu cuaca buruk yang saat ini sedang terjadi di daerah Brebes.

”Kalau hujan terus kan petani di sana jadi gagal panen. Makanya harga sekarang naik,” tuturnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID