Hari Tenang Pilkada, FMN Ingatkan Paslon Tidak Money Politics  - RILIS.ID
Hari Tenang Pilkada, FMN Ingatkan Paslon Tidak Money Politics 
[email protected]
Senin, 2018/06/25 14.11
Hari Tenang Pilkada, FMN Ingatkan Paslon Tidak Money Politics 
Koordinator FMN Lampung, Een Riansyah. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Hari tenang pilkada serentak, Front Muda Nahdliyin (FMN) Lampung mengingatkan kepada seluruh kondidat kontestasi politik dari mulai calon gubernur dan wakil gubernur dan calon kepala daerah di dua kabupaten Tanggamus dan Lampung Utara, untuk tidak mempraktikkan politik kotor yang tidak mencerdaskan. 

Koordinator FMN Lampung, Een Riansyah mengatakan,  kampanye hitam yang bermuatan sara, terlebih politik uang yang diintervensi oleh korporasi harus diwaspadai. Sebab, ini sudah menciderai proses demokrasi. 

"Karena hal ini tidak sesuai dengan kaidah tasharraful imam ala-r-ra’iyyah manuthun bil-mashlahah (kebijakan seorang penguasa kepada rakyatnya ditujukan untuk memenuhi kemashlahatan dan kesejahteraan rakyat), apabila cara meraih kekuasaan saja sudah dilakukan dengan cara yang kotor maka yang timbul bukanlah kemashlahatan namun kemudharatan, " tegasnya,  Senin (25/6/2018).

FMN juga mengajak masyarakat untuk secara cerdas memilih pemimpin dan menolak segala bentuk praktik-pratik politik kotor, demi terwujudnya pilkada yang demokratis sekaligus mencerdaskan,  bukan malah sebaliknya seperti selama ini diperlihatkan oleh para politisi. 

"Karena demokrasi bukan pasar, yang dapat dijual-belikan.  Demokrasi mencakupi makna kehendak rakyat dan kebaikan umum sebagai tujuan," tandasnya. 

Dia mengapresiasi Masyarakat Peduli Pemilu yang sudah memberanikan diri, melaporkan dan memergoki tim salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung yang diduga melakukan politik uang di dua lokasi di daerah Kecamatan Talangpadang, Tanggamus, pada Minggu (24/6/2018) sekira pukul 13.00 WIB. Yakni di Desa Singosari dan Sinarbetung. 

"Kami apresiasi langkah masyarakat yang sudah peduli dengan demokrasi negeri ini, kita harus kritis dan berani  jika melihat adanya praktek money politics jelang pilkada 2018 ini, " tegasnya. (*)

Editor Adi Pranoto


komentar (0)