Hindari Lewat Museum, Ada Proyek Underpass, Ini Alternatifnya - RILIS.ID

Hindari Lewat Museum, Ada Proyek Underpass, Ini Alternatifnya
El Shinta
Jumat, 2018/04/13 20.28
Hindari Lewat Museum, Ada Proyek Underpass, Ini Alternatifnya
Pekerja proyek membagikan brosur pengalihan arus lalu lintas pembangunan underpass di Jalan ZA Pagar Alam, Rajabasa, Jumat (13/4/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta 

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung Sabtu besok (14/4/2018) mengalihkan arus lalu lintas di lokasi pembangunan underpass di Jl. ZA Pagar Alam, Rajabasa. Agar tidak terjadi kemacetan, pemkot menyiapkan jalur alternatif.

Underpass dibangun mulai di depan Museum Lampung sampai sebelum Mal Robinson. Sejak tanggal 9 April, kawasan itu dipagari dengan seng pada bagian median jalan. Saat ini bagian yang dipagari sedang digali. Praktis, kanan kiri jalan yang semula dua jalur, kini hanya bisa dilewati satu kendaraan roda empat.

Pantauan rilislampung.id di lapangan, dua orang pekerja proyek terlihat membagi-bagikan brosur di persimpangan Universitas Lampung (Unila). Kepala lapangan PT Sang Bima Ratu, Rosidin, mengatakan ada lima ribu brosur yang disebar. 

"Isinya tentang sosialisasi lalu lintas terkait pembangunan underpass. Jadi semaksimal mungkin kita upayakan agar pengguna jalan tidak melewati proyek," kata Rosidin di lokasi pembangunan underpass, Jumat (13/4/2018).

Dia menjelaskan, kendaraan dari arah Tanjungkarang menuju Natar yang sudah masuk Jalan ZA Pagar Alam, bisa memutar u-turn di Wisma Bandarlampung, lalu ke Jalan Untung Suropati hingga Jalan Soekarno-Hatta, Bypass.

"Atau bisa juga lewat Jalan Abdul Muis, STM 2 Mei, mengarah ke Jalan Bumi Manti Raya menuju Jalan Soekarno-Hatta," jelasnya.

Sementara untuk kendaraan dari Natar menuju Bandarlampung, ia berharap menghindari Jalan ZA Pagar Alam dengan melalui Jalan Soekarno-Hatta, Bypass. 

"Tapi kalau sudah masuk Jalan ZA Pagar Alam, bisa lewat Jalan Indra Bangsawan atau Jalan Kapten Abdul Haq menuju Jalan Soekarno-Hatta. Dari bypass bisa masuk ke Jalan Abdul Muis dan Jalan Untung Suropati, keluar kembali di Jalan ZA Pagar Alam," papar Rosidin.

Dia menerangkan, pengalihan arus lalu lintas ini bukan berarti Jalan ZA Pagar Alam ditutup total. "Masih bisa lewat. Tapi lebih baik menghindari pembangunan underpass. Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan selama pembangunan underpass. Brosur juga sebenarnya bukan dari kita, tapi Dishub dan Satlantas Polresta Bandarlampung," terangnya.

Untuk pembangunan underpass senilai Rp35 miliar ini akan dirampungkan akhir tahun 2018. "Nanti panjangnya 320 meter, lebarnya 11 meter dengan tinggi kolong 5,7 meter," paparnya. (*)

 

 

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)