RILIS.ID Situs Berita Politik Indonesia Menyajikan Berita Politik Terkini dan Terbaru Seputar Peristiwa Politik Nasional, Dunia, Daerah, Elektoral, Inspirasi, Bisnis, Muda, Trend dan Ragam

BERITA PILIHAN

Minggu, 20/05/2018 16.38
Setara: Penyerangan terhadap Jemaah Ahmadiyah Adalah Tindakan Biadab
Setara Institute mengecam tindakan penyerangan, perusakan rumah dan pengusiran penduduk jemaah Ahmadiyah yang dilakukan oleh sekelompok warga di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi, menegaskan, aksi yang dilakukan oleh massa di Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur itu merupakan tindakan biadab atas nama agama. "Aksi yang dilakukan oleh massa dari desa setempat ini dasari sikap kebencian dan intoleransi pada paham keagamaan yang berbeda. Kebencian dan intoleransi yang tumbuh di masyarakat harus ditangani sebagai tantangan dan potensi ancaman keamanan nyata," kata Hendardi melalui siaran persnya kepada rilis.id, Minggu (20/5/2018). Hendardi mengatakan, sikap intoleransi merupakan langkah awal menuju terorisme. Sehingga, pemberantasan terorisme harus dimulai dari hulu, yakni intoleransi sebagaimana yang terjadi di Lombok Timur tersebut. "Jika dibiarkan, aspirasi politik kebencian dan intoleransi dapat berinkubasi menjadi aksi-aksi terorisme," ujarnya. Dia menjelaskan, kasus yang menimpa warga Ahmadiyah itu sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak Maret 2018 dan sudah dilaporkan kepada aparat kepolisian dan pemerintah setempat. Beberapa kali dialog antar warga juga dihadiri oleh aparat Polsek Sakra Timur dan Polres Lombok Timur. "Dalam dialog-dialog tersebut, kelompok warga intoleran menuntut warga Ahmadiyah untuk keluar dari keyakinan mereka dengan ancaman pengusiran jika tuntutan tersebut tidak diindahkan," paparnya. Sebelumnya, melalui pesan singkat yang diterima rilis.id, dalam penyerangan ini telah terjadi aksi anarkis berupa perusakan rumah, harta atau benda serta penggusuran penduduk setempat yang beraliran Ahmadiyah. "Untuk ini kami Mohon kiranya aparat penegak hukum dapat bertindak tegas untuk melindungi mereka." tulis dalam pesan tersebut. Sekelompok oknum yang diduga melakukan aksi ini dinilai sama saja dengan upaya teror. Karena, telah merusak fasilitas, dan mempersekusi, dan mengganggu warga dalam menjalanankan keyakinannya.


RAGAM

Minggu, 20/05/2018 00.14
Perangi Hoax lewat Film Animasi

Usai pemutaran sembilan film di Jamo Coffee and Kitchen (baca: Sembilan Film Karya Anak Lampung Hipnotis Penonton), acara dilanjutkan diskusi yang menghadirkan sutradara film Kita Satu, Aga Arsari. 

Aga membagikan tips mencari ide dan bagaimana memvisualisasikannya dalam film animasi.

”Kita nge-direct orang melalui animasi yang hidup. Kalau buat film animasi biasanya melibatkan 4 hingga 5 orang," paparnya, Sabtu (19/5/2018).

Lulusan animasi SMKN 5 Bandarlampung ini menceritakan ide mengambil tema tentang anak muda dan media sosial.

"Sekarang kan banyak hoax dan kita ajak orang perangi hoax dari youtube untuk kegiatan positif,” ungkapnya.

Mengambil judul Kita Satu karena Indonesia itu satu. Lewat pesan ’kita satu’ ini, dia ingin menyampaikan bahwa meski banyak adat, budaya, dan agama, kita adalah satu Indonesia.

Dia berharap, animator Indonesia ke depannya semakin banyak membuat gebrakan ke layar lebar. Seperti film Bettel of Surabaya dan Juki.

"Kita tunjukkan bahwa Indonesia juga bisa buat film animasi," ajaknya.

Ketua Klub Nonton Lampung, Nada Bonang, menjelaskan, bulan apresiasi bertema Nonton, Ngobrol, dan Nonton ini digelar sebagai bentuk nyata dari upaya meningkatkan apresiasi dan motivasi bagi sineas muda Lampung.

Nggak menyangka, antusias pecinta film di Lampung tinggi. Ini terbukti dari jumlah penonton yang hadir, ” syukurnya. (*) 

 

Minggu, 20/05/2018 00.04
Sembilan Film Karya Anak Lampung Hipnotis Penonton
Humaniora
Sabtu, 19/05/2018 22.31
Pengamat ‘Tantang’ Pedagang Pasar Smep Aksi Lebih Keras
Humaniora

KRAKATAU

Senin, 26/03/2018 13.48
BKSDA Tolak Tur Krakatau Diadakan, Dispar Meradang

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung Saturnino meminta tahun ini tidak lagi diadakan tur ke Gunung Anak Krakatau (GAK).

Penegasannya itu ia dasarkan pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 85/kpts-II/1990 tertanggal 26 Februari 1990 tentang Penunjukan Pulau Anak Krakatau Sebagai Cagar Alam.

Menurut Saturnino dari dulu, pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata (Dispar). ”Bahwa kegiatan tur Krakatau dilarang karena itu bukan kawasan wisata melainkan cagar alam. Namun Pemprov mengabaikan pesan kita," tandasnya kepada 
rilislampung.id saat dihubungi, Senin (26/3/2018)

Dia mengingatkan GAK bukan tempat wisata yang bisa sembarangan dimasuki. Melainkan kawasan konservasi dan edukasi. 

Jika Pemprov Lampung bersikeras, ia mempersilahkan mereka mengajukan izin langsung ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup di Jakarta. 

”Sementara hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini tingkat aktivitas GAK masih tetap level II (Waspada),” paparnya.

Terpisah, Kabid Pelaksanaan dan Pemasaran Dispar Arif Subarno mengaku belum tahu soal larangan itu. Namun ia membenarkan adanya rencana menyelenggarakan Festival Krakatau tahun ini. Termasuk di dalamnya tur ke GAK.

"Acara ini kan sudah tahunan, yang sudah berjalan selama 23 tahun, kenapa (tur Krakatau) harus dilarang," kesalnya mewakili Kadispar Budiarto. Dia memastikan tur Krakatau sudah sesuai aturan pemerintah pusat.

Kendati demikian pihaknya tetap berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan apakah tur Krakatau diizinkan atau tidak. "Insya Allah akan segera kita ajukan surat izinnya," tegasnya. (*)

Minggu, 25/03/2018 23.17
Ledakan Krakatau yang Membuat Dunia seolah Kiamat
Krakatau
Rabu, 07/02/2018 15.46
Terinspirasi Kapal Belanda yang Terhempas Letusan Krakatau
Krakatau

BISNIS

Minggu, 20/05/2018 09.47
Kualitas Produk Lokal dan Industrialisas

Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) akan mengembangkan sejumlah komoditas unggulan di Lampung, seperti lada, kopi robusta dan singkong.

Ketua Kelompok Kerja Pangan KEIN Benni Pasaribu, petani Lampung patut berbangga karena produk lokal hasil pertanian memiliki kualitas dunia yang unggul dalam persaingan dunia.

“Petani kita SDM-nya sudah cukup profesional karena itu gen-nya memang sudah dari anak petani, tinggal sekarang masalah produktivitas dan pengelolaan industrialisasinya perlu ditingkatkan,” katanya dalam keterangan pers, Minggu (20/5/2018).

Menurut Benni, pengelolaan industrialisasi ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mendorong produktivitas beberapa komoditas unggulan tersebut.

“Seperti contohnya Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat, di mana memiliki kopi Robusta yang menjadi unggulan daerah, karena kontribusi terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) daerahnya tinggi, sehingga apabila income petaninya meningkat PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia juga mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Terdapat empat sektor yang diprioritaskan KEIN, yaitu industrialisasi argo pertanian, maritim, pariwisata dan ekonomi kreatif. Langkah strategis pembangunan harus diubah sebagai upaya untuk meningkatkan strategi pembangunan ekonomi nasional.

“Pajale (padi, jagung, dan kedelai) itu penting bagi pangan Indonesia, tetapi tidak semua daerah punya produk unggulan pajale. Daerah-daerah seperti ini nantinya perlu untuk dikembangkan,” tambah Benni.

Rencana KEIN ini mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Lampung yang akan menggali keunggulan kopi Robusta dan ubi kayu untuk menghadapi tantangan pengembangan industri pertanian ke depan.

Bahkan Pemprov dan KEIN sudah membahas pengembangan komoditas pangan di Ruang Rapat Kantor Bappeda Provinsi Lampung, pada Jumat (18/5/2018).

Dua komoditas yaitu kopi Robusta dan ubi kayu merupakan ‘contributor dominan’ terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung,” kata Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat.

Taufik menyampaikan pengembangan industri pertanian di Sai Bumi Ruwa Jurai sangat penting karena pertumbuhan ekonomi Lampung selama tiga tahun terakhir selalu di atas rata-rata ekonomi nasional. (*)

No Tanggal Acara
1 Selasa, 19 Desember 2017 IRUP pada Upacara Bela Negara Ke-69 Tahun 2017
2 Selasa, 19 Desember 2017 Membuka acara Refleksi Tahunan Unit Pemberantasan Pungli (UPPL) Provinsi DKI Jakarta
3 Selasa, 19 Desember 2017 Meresmikan Masjid Nurul Jihad dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
4 Selasa, 19 Desember 2017 Memberikan sambutan pada acara "Tulus Live at CNR Garden"
Lihat selengkapnya....