Ini Upaya PT KAI Tekan Kecelakaan di Perlintasan Kereta - RILIS.ID
Ini Upaya PT KAI Tekan Kecelakaan di Perlintasan Kereta
El Shinta
Senin | 30/07/2018 09.01 WIB
Ini Upaya PT KAI Tekan Kecelakaan di Perlintasan Kereta
Relawan Railfans Baradipta bersama PT KAI Divre IV Tanjungkarang melakukan sosialisasi di pintu perlintasan Jalan Urip Sumoharjo, Minggu (29/7/2018). FOTO: Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang

RILIS.ID, Bandarlampung – Sebagai upaya menekan terjadinya kecelakaan, PT KAI Divre IV Tanjungkarang, menggelar sosialisasi untuk mematuhi aturan berlalulintas saat melintasi perlintasa kereta api.

Sosialisasi dengan menggandeng relawan Railfans Baradipta dilakukan di dua tempat, yakni perlintasan Jalan Hayam Wuruk, Kebon Jeruk dan Jalan Urip Sumoharjo, Wayhalim.

Para relawan juga membentangkan spanduk berisi tulisan ajakan dan imbauan mematuhi aturan berlalulintas saat melintasi rel kereta api. Juga ada pembagian brosur dan PIN keselamatan.

Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Sapto Hartoyo, mengatakan hingga kini masih ada kecelakaan yang menelan korban jiwa di perlintasan rel kereta api.

Minimnya kewaspadaan masyarakat kerap menjadi pemicu, ditambah tidak adanya pengaman karena bukan perlintasan kereta api resmi.

"Tanggungjawab penanganan keselamatan di perlintasan sebidang bukanlah dominan bagi institusi yang menangani perkeretaapian saja, tetapi juga semua pihak lain yang sudah diatur dalam perundang-undangan. Itu semua menjadi dasar untuk bersinergi mulai dari kegiatan sosialisasi, pengamanan (pencegahan) maupun penanganan kecelakaan di perlintasan kereta api," kata Sapto dalam siaran persnya, Minggu (29/7/2018). 

Menurut Sapto, salah satu penyebab kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa adalah lalainya masyarakat memperhatikan perlintasan rel kereta api.

"Pengendara tidak tengok kanan-kiri serta masih adanya pengendara yang menerobos perlintasan walaupun jelas-jelas sudah ditutup. Kewaspadaannya kurang," ucapnya.

Apalagi, sambungnya, pengendara nekat akan menyeberang di perlintasan sebidang di pintu perlintasan tidak resmi. Artinya pintu perlintasan yang tidak ada kelengkapan pengaman seperti perlintasan resmi. Misalnya, tidak ada alarm, palang pintu otomatis, pengatur perlintasan, dan lain-lain.

"Maka di sini perlu kewaspadaan dan kehati-hatian karena menyangkut perjalanan kereta api dan perlintasan kendaraan," tuturnya.

Ia menambahkan, relawan yang turun melakukan sosialisasi lebih dari 20 orang. mereka melakukan imbauan dan sosialisasi selama 2 jam mulai dari pukul 10.00 sampai 12.00 Wib. 

"Perlintasan kereta api lain juga menjadi perhatian kami. Setelah di perlintasan Urip Sumoharjo ini, nanti kami bergerak di wilayah Divre IV lainnya. Mudah-mudahan masyarakat bisa timbul kesadarannya untuk lebih berhati-hati," pungkasnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID