Inilah Peta Calon Wabup Mesuji - RILIS.ID
Inilah Peta Calon Wabup Mesuji
Juan Situmeang
Kamis | 13/02/2020 10.17 WIB
Inilah Peta Calon Wabup Mesuji
Bupati Mesuji Saply TH. FOTO: RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, Mesuji – Pelantikan Bupati Mesuji, Saply TH, sebagai bupati definitif pada 4 Februari 2020 lalu menjadi tonggak sejarah baru bagi kabupaten yang dilahirkan 11 tahun lalu. Tepatnya, 28 November 2008. Ia menjadi putra daerah pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Namun, dengan menduduki kursi orang nomor satu, dan meninggalkan kursi kosong wakil bupati tentu menjadi hal yang menarik dicermati. Karena dengan kondisi itu, menjadi pertanyaan tersendiri bagi masyarakat Mesuji. Siapa yang bakal menjadi wakil bupati Mesuji? Terlebih, bagi partai pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Khamami dan Saply TH pada pilkada 2017 lalu.

Bisik-bisik dan lobi-lobi kecil sudah mulai dilakukan keenam partai pengusung  pasangan Khamami-Saply pada 2017 lalu yakni NasDem, Golkar, Demokrat, PAN, PKB, dan PKS. Mereka mulai mengelus jagonya masing-masing. Ada yang malu-malu, namun ada juga yang langsung terus terang berkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan parpol yang duduk di DPRD Mesuji untuk meminta dukungan agar dipilih sebagai wakil bupati.

Dari NasDem sendiri muncul empat nama yang bakal menduduki kursi wakil bupati. Yakni Elfianah Khamami (istri mantan bupati Khamami) yang saat ini menjadi Ketua DPRD Mesuji. Kemudian Budi Yuhanda, anggota DPRD Provinsi Lampung.

Berikutnya, Fuad Amruloh, mantan Ketua DPRD pada periode sebelumnya, dan saat ini masih menjadi  anggota DPRD Kabupaten Mesuji. Terakhir, Idrus Taufiq, juga dua kali menjadi anggota DPRD Kabupaten Mesuji.

Lain lagi Golkar. Partai berlambang beringin ini, dari informasi yang dihimpun rilisidlampung, justru merasa paling percaya diri untuk menduduki kursi wakil bupati. Karena tiga kader terbaiknya juga mulai digadang-gadang untuk mengisi kursi BE 2 L tersebut.

Pertama, Winarno, mantan Kepala Desa Sidomulyo, yang tercatat sebagai salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Mesuji dan   merupakan Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Kabupaten Mesuji. Ia piawai dalam politik, terbukti dengan menjadikan istrinya, Tri Isyani , dua kali menjadi anggota DPRD Mesuji dari Golkar.

Berikutnya adalah Haryati Candralela yang juga pernah duduk sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mesuji. Ketiga, Parsuki  yang saat ini masih menjadi anggota DPRD Mesuji.

Selain itu, faktor eksternal yang menjadi modal kuat Golkar untuk meloloskan kadernya menjadi wabup adalah kemenangan Ketua DPD Golkar, Arinal Djunaidi menjadi Gubernur Lampung pada pilkada 27 Juni 2018 lalu.

Bocoran yang diterima rilisidlampung, Ketua DPD Golkar Lampung akan memberi perhatian khusus untuk memasangkan kader Golkar Mesuji menjadi wakil bupati.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mesuji, Winarno, saat ditanya terkait pengajuannya sebagai calon wakil bupati, hanya menjawab diplomatis. ”Apa sudah pantas saya,” ujarnya.

Meski demikian, beberapa waktu lalu beredar foto di salah satu media sosial, Winarno duduk berdampingan dengan Bupati Mesuji, Saply, TH, memperoleh ratusan like, dan puluhan komentar.

Sebagian netizen menyebutkan jika foto tersebut adalah pasangan bupati-wakil bupati. Disinggung tiga nama yang muncul di Partai Golkar sebagai calon wakil bupati, Winarno hanya menjawab singkat.

”Doakan saja, siapapun (yang menjadi wakil bupati) yang penting Mesuji nyaman dan aman,” tutupnya.

Di Partai Demokrat, meski menjadi salah satu partai pengusung. Tapi partai berlambang bintang merci tidak terlalu santer memunculkan kadernya untuk menjadi pendamping bupati pada sisa masa jabatan 2020-2022 mendatang.

Ditemui dalam satu kesempatan, Ketua DPD Partai Demokrat Mesuji, Moctar, memilih wait and see.

”Kita tunggu saja. Nanti seperti apa dinamikanya (pemilihan wabup), yang pasti kita ada di dalamnya,” ujarnya diplomatis.

Selain itu, ia juga tidak menampik, jika salah satu kandidat wakil bupati dari salah satu partai sudah berkomunikasi dengannya.

”Ya, sudah ada. Sudah. Tapi nanti lah ya, kita lihat perkembangan,” ujarnya.

Sedangkan di Partai PKB yang kini mempunyai lima kursi di DPRD Mesuji,  juga mulai memunculkan kadernya untuk ”tarung” pada kontestasi wabup Mesuji.  Hal itu ditegaskan Ketua DPC PKB Kabupaten Mesuji,  Yuliani Rahmi Safitri, yang juga wakil ketua DPRD Mesuji.  

”Nanti kita rapatkan, siapa yang akan kita usung. Nanti kita juga konsultasi ke DPW (provinsi). Kita optimistis, karena kita memperoleh suara terbesar ke dua di kabupten Mesuji ini,” katanya.

Saat ditanya apa dirinya akan maju, Yuli menjawab singkat. ”Apa sudah pantas saya,” ujarnya tertawa.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya terbuka untuk berkoalisi dengan partai pengusung lainnya untuk mengajukan nama calon wakil bupati.

”Yang penting satu visi dengan PKB,” tutupnya.

Begitu juga DPC Partai Amanat Nasional, partai yang baru saja selesai Munas untuk memilih ketum yang dimenangkan Zulkifli Hasan di Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.

Melalui Sekretaris DPC PAN Mesuji, Mad Nur, memastikan bahwa kadernya maju untuk duduk dalam posisi wakil bupati.

”Untuk nama, kita masih rahasiakan. Nanti, sepulang dari Sulawesi ini, ya. Yang pasti posisi wakil itu milik PAN, karena posisi bupati kan sudah dari Nasdem, masa mau dari situ lagi,” ujarnya tertawa.

Sedangkan PKS sebagai salah satu partai pengusung, tidak lagi terlibat langsung dalam persaingan cawabup  ini karena tidak memiliki satupun wakil yang duduk di DPRD Kabupaten Mesuji.

Jika dilihat dari jumlah anggota  DPRD Kabupaten Mesuji yang berjumlah 35 kursi maka peta kekuatan sudah dapat terlihat dengan jelas. Perolehan 10 kursi Partai NasDem menjadi modal yang kuat untuk mengusung nama bakal calon wakil yang nantinya dipilih di DPRD Mesuji. 

Tertinggi kedua, diambil oleh PKB yang memiliki 5 kursi. Sebagai partai dengan perolehan terbesar ke dua setelah NasDem. Dari informasi yang dihimpun, kedua partai sudah melakukan komunikasi termasuk ke Demokrat.   

Jika pengerucutan pada akhirnya terjadi, NasDem, PKB, dan Demokrat kemungkinan besar bisa bergabung.  Sehingga memperoleh 17 kursi. Sedangkan jika  Golkar dan PAN bergabung ada 7 kursi. Tinggal bagaimana dua kekuatan ini bisa melobi tiga fraksi lain yang ada di DPRD Mesuji yakni Frasi PDIP (4 kursi), Fraksi Gerindra (4 kursi) dan sisa dari Fraksi Mesuji bersatu (2 kursi) yakni satu kursi milik Perindo dan satu kursi lainnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Jika dua fraksi tersisa yakni PDIP dan Gerindra berbagi maka dipastikan wakil bupati dari NasDem. Karena dua kursi sisa dari Fraksi Mesuji Bersatu masuk ke barisan NasDem. Tapi jika kedua fraksi ini bersatu mendukung salah calon dipastikan calon tersebut melenggang ke kursi wakil bupati.

Di tempat terpisah, Bupati Mesuji, Saply TH, memberikan sedikit gambaran tentang kriteria calon wakil bupati yang diinginkan untuk mendampinginya di sisa masa jabatan selama dua tahun ke depan.

“Saya ingin yang muda. Enerjik. Dan benar-benar bisa mendukung saya untuk menyelesaikan masa jabatan yang tersisa ini dengan baik,” ujarnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID