Jangan Langsung Percaya Info Bencana, Telusuri Sumbernya - RILIS.ID

Jangan Langsung Percaya Info Bencana, Telusuri Sumbernya
El Shinta
Jumat | 05/10/2018 20.31 WIB
Jangan Langsung Percaya Info Bencana, Telusuri Sumbernya
Aktivitas Gunung Anak Krakatau. FOTO: AFP

RILIS.ID, Bandarlampung – Wali Kota Bandarlampung Herman HN meminta kepada masyarakat agar tidak percaya dengan berita hoaks.

Terutama, mengenai kabar terancamnya daerah Teluk Pesisir Lampung di Kota Bandarlampung dengan bencana tsunami dan letusan Gunung Anak Krakatau.

“Jangan ikut-ikut berita nggak benar. Ngeri saya dengan media sosial sekarang ini. Tapi gimana mau melarangnya, susah juga. Cuma polisi yang bisa menindaknya,” singkat Herman usai menghadiri Momerandum of Understanding (MoU) dengan Bank Lampung di Gedung Semergou, Jumat (5/10/2018).

Sementara Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, Suhardi Syamsi, mengatakan masyarakat tidak perlu percaya dengan informasi yang diberikan orang per orang.

Kecuali dari pemerintah termasuk dari BMKG yang memang punya prediksi cuaca atau potensi bencana seperti tsunami.

“Seperti yang disampaikan dengan BMKG, letusan GAK yang mencapai ratusan kali dalam sehari, harus tetap waspada. Dan ditegaskan informasi di luar lembaga negara untuk tidak dipercaya,” tegasnya.

Disinggung mengenai kesiapan Kota Tapis Berseri dalam menghadapi ancaman bencana tsunami, mengingat Bandarlampung juga berada di wilayah pesisir Teluk Lampung? Suhardi mengungkapkan mitigasi bencana sudah pernah dilakukan.

Disebutkan, tahun 2004 Bandarlampung masuk dalam empat kota di Indonesia yang merupakan pilot project dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Ada empat kelurahan yang ditentukan yakni Kelurahan Kota Karang, Keteguhan, Panjang, Pesawahan yang pada waktu itu sudah dilatih mitigasi tsunami,” terangnya.

Suhardi menuturkan, dari mitigasi bencana tersebut juga papan penunjuk arah evakuasi juga sudah dipasang di tiap lokasi pilot project. Penunjuk arah ini perlu dilakukan mengingat Kota Bandarlampung memiliki panjang garis pantai yang mencapai 28 kilometer.

“Pada saat itu ada program pengadaan pembuatan arah evakuasi, arah evakuasi yang ada menjadi petunjuk bagi masyarakat nantinya. Arah evakuasi semuanya mengarah ke bukit di sekitar Telubetung Timur, Telukbetung Panjang, Telukbetung Selatan, dan Bumiwaras,” jelasnya. (*) 

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID