Jauh-Jauh dari Lamsel, ke Bandarlampung untuk Jual Ketupat - RILIS.ID

Jauh-Jauh dari Lamsel, ke Bandarlampung untuk Jual Ketupat
El Shinta
Kamis, 2018/06/14 20.02
Jauh-Jauh dari Lamsel, ke Bandarlampung untuk Jual Ketupat
Belasan pedagang cangkang ketupat di Pasar Tugu, Kamis (14/6/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta 

RILIS.ID, Bandarlampung – Hari Raya Idulfitri identik dengan sejumlah kuliner yang wajib hadir di meja makan. Bukan hanya opor dan rendang. Namun ketupat menjadi menu wajib pengganti beras yang umumnya hanya muncul saat Hari Raya Lebaran. 

Ketupat atau beras yang direbus lama memang sama dengan lontong. Namun bedanya, ketupat terbuat dari janur berwarna hijau kekuningan. Biasanya dua hari menjelang lebaran, cangkang ketupat menjamur di tiap pasar. Seperti di Pasar Tugu, Jalan Hayam Wuruk, Tanjungagung Raya, Kedamaian, Bandarlampung. 

Sekitar 10 orang perempuan duduk di salah satu sudut trotoar melakukan aksi demonstrasi membuat cangkang ketupat sekaligus menjualnya. 

Sunarni (37), salah satu penjual ketupat mengatakan, ia bersama tetangganya datang dari Desa Karangsari, Lampung Selatan ke Pasar Tugu. 

"Sejak kemarin (Rabu, 13/6/2018, Red) menjual cangkang ketupat ini. Satu ikat isi 10 buah harganya Rp8 ribu," kata Sunarni kepada rilislampung.id, Kamis (14/6/2018). 

Dia menjelaskan, janur yang digunakan ia beli dari Lampung Timur dan daerah lainnya yang dekat dengan pegunungan. 

"Biasanya beli 1.000 ikat itu harganya Rp120 ribu. Tapi biasanya yang bisa digunakan sekitar 500. Karena ada yang kecil dan jelek. Tapi alhamdulilah dari berjualan cangkang ketupat ini keuntungannya bisa 100 persen," tandasnya. 

Sementara, Aminah (28) warga Tanjungkarang Timur, Bandarlampung, mengaku membeli cangkang ketupat untuk hidangan hari raya. 

"Ketupat itu kayak menu wajib waktu Lebaran di rumah saya. Harganya juga murah dan ini jualannya di pinggir jalan, nggak perlu desak-desakan ke dalam pasar," singkatnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)