Jurnalis kok Memeras, Itu sih bukan Wartawan, Laporkan! - RILIS.ID
Jurnalis kok Memeras, Itu sih bukan Wartawan, Laporkan!

Senin | 06/08/2018 23.34 WIB
Jurnalis kok Memeras, Itu sih bukan Wartawan, Laporkan!
Sebanyak 30 koordinator penyuluh berpose bersama usai bimbingan teknis di Hotel Arnes, Senin (6/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ EL Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – ”Bagaimana cara menghadapi wartawan yang memeras atau meminta-minta uang?”

Begitu pertanyaan salah seorang koordinator penyuluh yang mengikuti bimbingan teknis penguatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Hotel Arnes, Senin (6/8/2018).

Pertanyaan itu memancing reaksi keras dari Wirahadikusumah, mantan pemimpin redaksi Radar Lampung yang menjadi salah satu narasumber.

Dengan tegas, Wira –sapaan akrabnya, meminta bila koordinator penyuluh menemukan wartawan yang memeras atau meminta uang untuk melaporkannya ke polisi.

”Sebab itu bukan wartawan, tapi orang yang hanya mengaku-ngaku. Wartawan bekerja berdasarkan UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik,” tandasnya.

Menurut bakal calon legislatif dari Partai Demokrat itu,  dalam dua aturan dimaksud jelas disebutkan tugas wartawan dan rambu-rambu jurnalistik.

Karenanya, wartawan juga harus kompeten yang dibuktikan dengan lulus uji kompetensi Dewan Pers.

”Saya adalah wartawan utama. Ini buktinya,” kata Wira sambil menunjukkan kartu wartawan utama dari Dewan Pers.

Ketua Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PiSPI) Lampung, Ilham Mendrofa, sepakat. Dengan bahasa santai, ia menyatakan wartawan berbeda dengan ”wawan”.

Nah, yang suka memeras atau meminta-minta uang itu namanya wawan, Pak. Bukan wartawan,” selorohnya.

Atas kegelisahan yang sama, Ilham yang juga owner rilislampung.id, mewajibkan seluruh awak redaksi media online itu untuk mengikuti uji kompetensi.

”Dan, Alhamdulillah. Semuanya lulus uji yang dilakukan Lembaga Pers Dr. Sutomo (LPDS). Di rilislampung.id, tercatat memiliki tiga wartawan utama dan empat wartawan madya,” paparnya.

Ilham karenanya meminta koordinator penyuluh tidak perlu takut atau alergi jika berhadapan dengan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

”Karena kalau wartawan betulan, ia mengejar berita, bukan uang,” timpal Wira. (*)

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID