Kain Tertinggal di Perut, Oknum di RS Asy-Syifa Dipolisikan - RILIS.ID
Kain Tertinggal di Perut, Oknum di RS Asy-Syifa Dipolisikan
Joni Efriadi
Kamis | 20/06/2019 22.16 WIB
Kain Tertinggal di Perut, Oknum di RS Asy-Syifa Dipolisikan
Septina, korban dugaan malapraktik menunjukkan tanda bukti laporan di Polres Tulangbawang, Kamis (20/6/2019). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Septina (25), warga Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat (Tubaba), melaporkan oknum tenaga medis di Rumah Sakit Asy-Syifa Medika Tubaba ke Polres Tulangbawang.

Dia diduga menjadi korban malapraktik di rumah sakit (RS) tersebut. Pasalnya, sebuah kain kasa tertinggal di dalam perutnya pascaoperasi cesar anak pertamanya pada 27 Maret 2019.

Kain yang sudah berwarna kehijauan itu dikeluarkan tenaga medis dari PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) Panaraganjaya, Tulangbawang Tengah, Kamis (20/6/2019), ketika korban memeriksakan kesehatannya. 

Pasca melahirkan, korban kerap mengeluh sakit di perut serta nifas yang tidak kunjung berhenti meski telah 85 hari melahirkan. Kondisinya diperparah keluarnya cairan berbau menyengat dari organ intim.

"Awalnya sakit-sakit perut saya. Terus sebulan habis cesar mulai nifas, ke luar cairan gitu dan berbau busuk. Sampai orang di sekeliling saya bisa ngebauinnya. Seminggu terakhir ini tambah parah, karena saya mulai demam. Saking panasnya sampai ke luar air mata," kata Septina, ditemui di Mapolres Tulangbawang, Kamis (20/6/2019). 

Bidan Eka, salah satu tenaga medis PONED Panaraganjaya membenarkan jika mereka telah mengeluarkan kain kasa dari mulut rahim korban. 

"Pas IVA (inspeksi visual asam asetat) kan kita buka rahimnya. Saat dibuka sesuai keluhan nifasnya bau, ternyata ada itu (kasa)," ujar dia. 

Suami korban Ferdi Irwanda menyatakan kejadian yang menimpa istrinya merupakan preseden buruk dalam pelayanan kesehatan. Sebab, sebuah kesalahan fatal yang dapat merenggut korban jiwa.

"Kami memilih menempuh jalur hukum karena merasa rumah sakit bekerja tidak profesional dan tidak penuh kehati-hatian. Kami tidak mau kejadian serupa terulang kembali," ungkap dia saat mendampingi di Polres Tuba. 

Jurnalis di surat kabar Lampung Post itu berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporannya dan memproses mereka yang dinilai lalai dan ceroboh dalam memberikan pelayanan terhadap istrinya. 

"Kok bisa kasa tinggal di dalam perut, aneh. Apa iya bisa masuk sendiri, kan enggak mungkin. Nyawa seekor hewan saja kita jaga apalagi ini menyangkut manusia," tandasnya.

Sementara, Majril, dari Humas RS Asy-Syifa Medika Tubaba sangat menyayangkan munculnya laporan dugaan malapraktik tersebut. Namun demikian, mereka menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.

"Kami akan terbuka dalam kasus ini. Pihak rumah sakit tentunya tidak menginginkan hal seperti," tegas Majril.

Pihak RS sendiri telah melakukan rapat internal. Keputusannya, komite medik rumah sakit akan melakukan audit medik untuk menangani kasus tersebut.

"Audit medik ini akan menjadi acuan rumah sakit dalam menyikapi kasus ini," paparnya. 

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat akan membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti dugaan malapraktik dimaksud. 

Tim bertugas mengumpulkan data dan keterangan dari korban dan sejumlah pihak. 

"Paling tidak pekan ini sudah terbentuk," ujar Plt Kadis Kesehatan Prana Putra didampingi Majril yang juga sekretaris Dinas Kesehatan setempat.

Prana mengatakan hasil tim tersebut akan menjadi acuan untuk memberikan teguran dan sanksi terhadap oknum yang telah dilaporkan. 

"Jika memang kasus ini terbukti, pemkab akan bersikap tegas dengan memberikan sanksi berat yang mencabut izin praktik oknum yang bersangkutan," tandasnya. (*) 

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID