Kapolsek Ini Rela Tak Berlebaran dengan Keluarga Demi Keamanan Pemudik - RILIS.ID
Kapolsek Ini Rela Tak Berlebaran dengan Keluarga Demi Keamanan Pemudik
[email protected]
Selasa, 2018/06/19 17.02
Kapolsek Ini Rela Tak Berlebaran dengan Keluarga Demi Keamanan Pemudik
Kapolsek Kedaton Kompol Anung Handayanta (kanan) tetap siaga melayani pemudik di Terminal Rajabasa, Selasa (19/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

Tidak semua profesi yang bisa menikmati momen Hari Raya Idulfitri untuk bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga.

Seperti cerita Kompol Anung Handayanta. Kapolsek Kedaton ini tidak bisa berkumpul bersama keluarganya karena harus menunaikan tugas negara.

Tugasnya memang tidak mudah, yaitu mengamankan angkutan Lebaran 2018 di Pos Pelayanan Terminal Rajabasa, Bandarlampung.

Demi mengamankan perintah pimpinannya, Anung pun nyaris ‘pindah rumah’ ke Terminal Rajabasa. Ia membawa sejumlah perlengkapan kantor dan pribadinya ke pos pelayanan. Termasuk surat menyurat tak lagi dilakukan di Mapolsek Kedaton.

“Dari Operasi Ketupat pada tanggal 7 Juni sampai hari ini, saya standby di Pos Pelayanan Terminal Rajabasa. Kebetulan belum mandi-mandi dari kemarin, semoga enggak asam bau badan saya,” katanya terkekeh saat ditemui rilislampung.id di Terminal Rajabasa, Selasa (19/6/2018).

Saat didapuk sebagai Kapolsek Kedaton sejak satu setengah bulan lalu, Anung mengaku baru pertama kali tidak berlebaran bersama keluarganya.

“Beberapa tahun lalu kan saya di Propam Polda Lampung, jadi kerjanya tidak terlalu banyak. Semenjak jadi Kapolsek Kedaton, ini pertama kalinya saya bertugas saat Lebaran," tutur ayah dua anak ini.

Bahkan usai salat Idulfitri, Anung langsung menghadiri open house di kediaman Kapolda dan Wakapolda Lampung. Ia pun harus rela meninggalkan keluarganya demi tugas.

“Setelah itu, saya kembali lagi ke sini (Terminal Rajabasa). Istri saya sampai mengantarkan makanan ke pos supaya bisa tetap merasakan Lebaran, dibawakan krecek pedas yang jadi favorit saya. Makan bersama-sama dengan yang tugas piket hari itu," ungkapnya.

Anung bukan tidak bisa mencuri waktu untuk beristirahat di rumahnya bersama keluarga. Namun, ia tidak melakukan hal itu. Ia tetap bertanggung jawab terhadap tugas yang diamanatkan negara kepadanya.

“Perintah Pak Kapolda siaga, ya saya harus siaga. Saya enggak mau ambil resiko. Lebih baik pulang, mandi lalu kembali ke sini. Kalau ngantuk, ya tidur di sini. Jadi kalau ada apa-apa langsung cepat direspon. Istri saya bahkan pernah beberapa kali ikut jaga di sini sampai malam, dia tidur di dalam mobil," bebernya.

Anung tentu merasakan kesedihan lantaran tidak bisa berlebaran dengan istri dan kedua buah hatinya. Namun, ia sadar bahwa anggota Polri harus siaga penuh saat negara membutuhkannya.

“Kalau sedih, pasti ada. Karena tidak bisa kumpul bersama keluarga, tapi tugas tetap prioritas dan keluarga mendukung. Tapi ada yang menjadi penyemangat itu, saat Pak Kapolda dan Pak Kapolresta beberapa kali datang ke sini, melihat bahkan ikut sahur di sini. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, orang nomor satu di jajaran kepolisian Lampung datang melihat. Buat saya kerja itu asal ikhlas, pasti nanti dijalani dengan senang,” tutupnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


komentar (0)