Kasus Pasar Griya, Wali Kota Tunggu Putusan Pengadilan - RILIS.ID
Kasus Pasar Griya, Wali Kota Tunggu Putusan Pengadilan
El Shinta
Senin | 24/06/2019 20.19 WIB
Kasus Pasar Griya, Wali Kota Tunggu Putusan Pengadilan
Personel Pol PP membantu warga yang ingin pindah dari lokasi penggusuran eks Kampung Pasar Griya, Kamis (26/7/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Terkait kasus dugaan penganiayaan saat proses penggusuran Kampung Pasar Griya, Sukarame tahun 2018 lalu, Wali Kota Herman HN pilih untuk tunggu hasil proses hukum.

Pasalnya, dugaan penganiayaan itu menetapkan salah seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) sebagai tersangka oleh Polda Lampung.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Satpol PP sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

“Ya nanti kita lihat di pengadilan, kita kan enggak mukul-mukul tapi dibuat demikian. Biarin aja, pengadilan kan tahu nanti bakal ada saksi, bukti lengkap semua, enggak ada salah. Karena inikan Pemerintah bukan swasta, pemerintah berjalan sesuai peraturan perundang-undangan,” jelas Herman, Senin (24/6/2019).

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandarlampung menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan salah satu personelnya saat penggusuran Kampung Pasar Griya, Sukarame, pada tahun 2018 lalu. 

Kepala Satpol PP Paryanto, mengatakan pihaknya meminta bantuan kepada LBH Korpri dari Peradi untuk membantu proses hukum yang menjerat anak buahnya, EFZ yang merupakan pegawai honorer. 

"Yang bersangkutan statusnya saat ini tersangka, tetap bekerja seperti biasa. Kita kooperatif kok kalau dipanggil ya datang," kata Paryanto, Kamis (20/6/2019). 

Dia menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan tugas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung untuk menggusur warga yang tinggal di atas aset pemkot yang akan dibangun kantor Kejaksaan Negeri Bandarlampung. 

"Surat perintah jelas dan dia tidak bekerja sendiri tapi ada tim. Rekan-rekan media juga melihat sendiri di lapangan. 

Seperti diketahui, Polda Lampung menetapkan satu tersangka berinisial EFZ berstatus Polisi Pamong Peraja (Pol PP) Kota Bandar Lampung, pada 23 April 2019 lalu.

Penetapan tersangka oleh pihak kepolisian terhadap Pol PP itu dengan pasal penganiayaan terhadap korban Kristina Tia Ayu, hal ini dikatakan Penasehat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Kodri Ubaidilah saat ditemui di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (19/6/2019).(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID