Kasus Pembunuhan Ibu Kandung di TkB Dihentikan, Mengapa? - RILIS.ID
Kasus Pembunuhan Ibu Kandung di TkB Dihentikan, Mengapa?
Bayumi Adinata
Kamis | 19/04/2018 18.59 WIB
Kasus Pembunuhan Ibu Kandung di TkB Dihentikan, Mengapa?
Ekspose pembunuhan ibu kandung yang dilakukan AW (dua dari kanan) di Polresta Bandarlampung, Senin (5/3/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polsek Tanjungkarang Barat (TkB), Bandarlampung, sepakat menghentikan penyidikan kasus pembunuhan ibu kandung dengan tersangka Agus alias AW (25).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Bandarlampung, Salahuddin, menjelaskan Agus menjadi tersangka karena pada Kamis (1/3/2018) malam menghabisi nyawa ibunya, Eti Yulia (55).

Agus saat itu beralasan, ibunya marah-marah dan menghina agama ketika dirinya sedang mengaji. Dia kesal, mengambil golok, dan langsung membunuh perempuan itu di dapur (baca: Gila! Lajang Ini Tidak Menyesal Membunuh Ibu Kandung). 

Agus berhasil diringkus atas laporan warga yang melihatnya berjalan seorang diri di Jalan Hasan Rais, Sukadanaham, pukul 09.30 WIB, Senin (5/3/2018).

”Berdasar berkas penyidikan yang kami terima, Agus mengalami gangguan jiwa. Itu berdasar keterangan ahli. Maka, kami meminta polisi menghentikan penyidikan kasus ini,” ungkap Salahuddin, Kamis (19/4/2018).

Menurut dia, berkas perkara kasus tersebut sudah dikembalikan ke penyidik. Kejari Bandarlampung belum mendapat pemberitahuan dari kepolisian atas kepastian tindak lanjut proses hukum perkara itu.

"Namun yang pasti, sesuai pasal 44 KUHP, apabila tersangka dinyatakan terbukti gila, maka proses hukum yang menjeratnya tidak bisa dilanjutkan,” ingatnya.

Pasal 44 KUHP menyebutkan, seseorang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana jika cacat kejiwaan atau terganggung karena penyakit.

Salahuddin menegaskan, pihak Kejari tidak berhak menghentikan penyidikan suatu perkara. "Tugas kami hanya menerima dan meneliti kelengkapan berkas. Namun yang jelas, tidak mungkin kami menangani orang gila," tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Tanjungkarang Barat (TkB), Hapran, sepakat kasus ini harus dihentikan. ”Agus rencananya kita kembalikan lagi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung di Kurungannyawa, Pesawaran. Sampai dia benar-benar dinyatakan sembuh,” paparnya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID