Kekhawatiran itu Mulai Nyata - RILIS.ID
Kekhawatiran itu Mulai Nyata
[email protected]
Selasa | 05/03/2019 18.45 WIB
Kekhawatiran itu Mulai Nyata
Wirahadikusumah, Pengurus ICMI Orwil Lampung. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto RX

”Menjerit karena Tiket Melejit”. Itulah judul tulisan yang saya posting di Facebook dan dimuat beberapa media online pada 13 Januari 2019.

Tulisan itu saya bikin karena kegelisahan akibat kenaikan tiket pesawat domestik dan pemberlakuan tarif bagasi oleh maskapai yang ”keterlaluan”.

Hingga akhirnya, kekhawatiran itu saat ini mulai nyata. Itu bisa kita lihat dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung di website-nya pada 1 Maret 2019. Tentang perkembangan transportasi Lampung pada Januari 2019.

Menurut BPS Lampung, penumpang pesawat yang berangkat dari Bandara Radin Inten II pada Januari 2019 sebanyak 80.062 orang. Turun sebesar 17,47 persen jika dibandingkan Desember 2018 sebanyak 97.005 orang.

Sementara, penumpang pesawat yang datang di Bandara Radin Inten II pada Januari 2019 sebanyak 77.755 orang. Turun sebesar 18,69 persen dibandingkan Desember 2018 sebanyak 95.633 orang.

Kemudian, barang yang dimuat dari Bandara Radin Inten II pada Januari 2019 sebanyak 594.367 kilogram. Turun sebesar 21,61 persen jika dibandingkan dengan Desember 2018 sebesar 758.197 kilogram.

Lalu, perkembangan barang yang dibongkar pada Januari 2019 sebanyak 783.128 kilogram. Turun sebesar 22,3 persen jika dibandingkan Desember 2018 yaitu sebanyak 1.007.834 kilogram.

Itulah data yang harus kita terima kenyataannya. Karena, jika meminjam kalimat Pak Dahlan Iskan, BPS adalah lembaga data. Yang harus mengumumkan hitam adalah hitam. Putih bukanlah jingga. Data tidak beragama. Tidak bersuku bangsa. Dan tidak berpartai.

Memang, beberapa maskapai saat ini telah menurunkan harga tiket pesawat domestik. Yang kisarannya 20-40 persen. Tetapi, bukankah sebelum penurunan itu, kenaikannya jauh melebihi persentase penurunan tersebut? Sehingga, kesimpulannya tiket pesawat domestik tetap naik.

Karena itu, saya berharap pemerintah terus mengevaluasi kenaikan harga tiket dan bagasi pesawat domestik ini.

Sebab, efek domino dari aksi korporasi maskapai ini cukup luas. Salah satunya bisa mengguncang industri pariwisata.

Buktinya, pada Senin (4/3), Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengeluhkan tiket pesawat yang menurutnya saat ini masih tergolong mahal. Belum turun di level yang seharusnya. Padahal pemerintah telah menurunkan harga avtur, bahan bakar pesawat.

Menpar khawatir, mahalnya tiket pesawat ini mengguncang industri pariwisata yang dampaknya juga bakal dirasakan UMKM dan hotel dengan penurunan okupansi.

Semoga pemerintah bisa menuntaskan persoalan tiket dan bagasi pesawat ini. Sehingga kekhawatiran saya dan Menpar itu tidak menjadi kenyataan. Aamiiin. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID