Kelurahan Gunungsulah Wakili Lampung dalam Lomba PAAR Tingkat Nasional - RILIS.ID
Kelurahan Gunungsulah Wakili Lampung dalam Lomba PAAR Tingkat Nasional

Jumat | 24/08/2018 19.05 WIB
Kelurahan Gunungsulah Wakili Lampung dalam Lomba PAAR Tingkat Nasional
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Hasiah Bachtiar Basri memberikan cenderamata kepada Ketua Tim Verifikasi PPAR di Kelurahan Gunungsulah, Jumat (24/8/2018). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Kelurahan Gunungsulah terpilih sebagai perwakilan Provinsi Lampung dalam Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) tingkat nasional, Jumat (24/8/2018).

Lomba ini digelar dalam rangka  peringatan hari Kesatuan Gerak (HKG) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tahun 2018.

Kelurahan Gunungsulah pun menyuguhkan sejumlah hiburan kesenian untuk mencuri hati tim penilai. Mulai dari penampilan reog, kuda lumping, tari massal Siger Pengunten hingga drama kolosal yang menceritakan kehidupan anak-anak masa kini.

Ketua Tim Penggerak PKK Gunungsulah, Rubiyem Pramono, mengatakan terpilihnya kelurahan yang ia pimpin sebagai perwakilan lomba menjadi kebanggaan tersendiri dan memiliki sejumlah prestasi yang laik untuk dijadikan pemenang.

“Kami sebelumnya juga terpilih sebagai Kampung KB Nasional Provinsi Lampung tahun 2017 dan posyandu sakura terpilih sebagai salah satu posyandu terbaik tingkat nasional,” kata Rubiyem.

Sementara Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkot Bandarlampung Sukarma Wijaya mengungkapkan Kota Bandarlampung laik menjadi pemenang karena sangat memperhatikan anak-anak.

“Kami memiliki sejumlah program untuk anak-anak, seperti program gratis sekolah bagi anak kurang mampu hingga bangku SMP. Setiap anak juga dibekali dengan pembelajaran akhlak membaca Alquran setiap pagi sebelum memulai pelajaran dan memfasilitasi gaji guru ngaji se-Kota Bandarlampung,” jelasnya.

Ketua Tim Verifikasi PPAR, Ervina Murniati, mengatakan Kota Bandarlampung akan memperebutkan gelar juara bersama empat kota lainnya yakni DKI Jakarta, Surabaya, Samarinda, dan Jogjakarta.

“Banyaknya tindak kekerasan terhadap anak belakangan ini menjadi tolak ukur digelarnya perlombaan ini agar muncul kesadaran terhadap perlindungan anak mulai dari masyarakat. Saya akan menilai seobjektif mungkin dalam perlombaan ini,” tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID