Kemarau di Lamteng, Warga Jalan Kaki 1 Km untuk Air Bersih - RILIS.ID
Kemarau di Lamteng, Warga Jalan Kaki 1 Km untuk Air Bersih
Subrata
Rabu | 21/08/2019 22.14 WIB
Kemarau di Lamteng, Warga Jalan Kaki 1 Km untuk Air Bersih
Warga sedang mengambil air bersih. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Subrata

RILIS.ID, Lampung Tengah – Dampak musim kemarau sejak dua bulan terakhir sangat terasa di Kampung Purnama Tunggal Kecamatan Waypengubuan, Lampung Tengah.

Warga setempat harus berjalan hingga satu kilometer (km) hanya untuk mendapatkan air bersih. Mereka antre ke sejumlah sumur musala atau rumah penduduk yang mempergunakan sumur bor.

Sugeng, salah satu warga, menuturkan dirinya terpaksa setiap hari mengantre air bersama masyarakat lainnya.

"Ada sumur, tapi sekarang sudah kering. Jadi dua bulan terakhir ngambil dari musala di sana (lebih kurang berjarak 500 meter, bolak-balik 1 km)," terang Sugeng di rumahnya, Rabu (21/8/2019).

Beban warga semakin berat karena mereka harus mengeluarkan biaya lebih untuk bisa mendapatkan air bersih di sumur bor milik bersama itu.

"Ya harus bayar, Mas. Seikhlasnya. Karena kita juga kan harus ikut menanggung beban listriknya," sambungnya.

Pernyataan tak jauh berbeda disampaikan Siti, warga lainnya. Ia menyebutkan harus mencuci pakaian dan mengambil air bersih di sumur umum di Musala Nurul Iman.

"Harus bolak-balik sini (rumah-sumur umum). Sehari dua kali, pagi dan sore. Ngambil (air) buat minum sama cuci pakaian," tandasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah, Guntur Napitupulu saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya memiliki satu unit mobil tangki air bersih untuk menangani 28 kecamatan.

"Apabila diperlukan maka akan kita kirim air bersih ke kecamatan yang butuh," ujar Guntur.

Terkait sudah adanya kawasan di Lamteng yang terkena dampak kekeringan, Guntur mengaku belum mendapat informasi dari camat terkait.

"Coba konfirmasi camatnya. Sudah belum dia konfirmasi kami (BPBD) kalau daerahnya kekeringan,” paparnya.

Dia berjanji langsung bergerak setelah ada permintaan.

Anggota DPRD Lamteng, Agus Suwandi, menyesalkan kejadian ini. Menurut dia, seharusnya kepala kampung dan camat telah mengantisipasi kekeringan.

"Kekeringan (musim kemarau) ini kan musiman, setiap tahun bisa saja terjadi. Seharusnya ini sudah dikoordinasikan mulai dari kepala kampung, camat hingga dinas terkait," kata anggota legislatif terpilih dari Partai Golkar itu.

Agus melanjutkan akan mengambil langkah-langkah koordinasi dengan melibatkan semua pihak terkait, sehingga kekeringan dapat teratasi. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID