Ketua RT 04 Dipecat, Lurah Sukamenanti Bantah karena Bunda Eva - RILIS.ID
Ketua RT 04 Dipecat, Lurah Sukamenanti Bantah karena Bunda Eva
El Shinta
Selasa | 22/01/2019 17.29 WIB
Ketua RT 04 Dipecat, Lurah Sukamenanti Bantah karena Bunda Eva
Screenshot surat pemecatan Ketua RT 04, Waryanto.

RILIS.ID, Bandarlampung – Pelaksana tugas (Plt.) Lurah Sukamenanti Iryazima membenarkan pemecatan Waryanto sebagai ketua RT 04 LK I pada 16 Januari lalu.

Namun, ia membantah pemecatan karena perintah Ketua Tim Penggerak PKK Bandarlampung Eva Dwiana atau Bunda Eva.

“Bukan dipecat Bunda Eva, itu tidak benar. (Pemecatan) Ini memang sudah lama kami rencanakan, hanya menunggu momen yang pas saja," kata Iryazima ketika dikonfirmasi Rilislampung.id, Selasa (22/1/2019).

Dia menjelaskan pemecatan Waryanto karena banyaknya keluhan dari warga setempat. Waryanto sendiri sudah sembilan tahun menjabat ketua RT.

“Saya sebagai Plt. sudah lama menahan dan menutupi keluhan dari kepala lingkungan, LPM kelurahan, dan warga, termasuk saya sendiri. Seringkali warga datang mengurus surat ke sini, kita minta surat pengantar RT, mereka nggak bisa kasih karena katanya Pak RT-nya nggak ada. Saya juga jadi serba salah mau membantu, karena takut yang kita bantu bukan warga kita," paparnya.

Pihaknya juga sudah kerap kali mengundang Waryanto untuk menghadiri sejumlah pertemuan di kantor Kelurahan Sukamenanti.

Namun, menurut Iryazima, undangan tersebut tidak diindahkan dengan alasan pekerjaan. Selain menjadi ketua RT, Waryanto juga bekerja sebagai penjaga Pantai Mutun, Pesawaran.

“Siang diajak pertemuan katanya ngggak bisa karena kerja, minggu kita undang nggak bisa juga karena katanya pantai sedang ramai-ramainya. Jadi tindakan pemecatan ini kami ambil," pungkasnya.

Senada dengan Iryazima, Camat Kedaton Emrin Riady membantah kabar pemecatan karena perintah Bunda Eva. Menurutnya, pemecatan dilakukan berdasarkan permintaan warga.

“Terkait dengan pemberhentian RT Kelurahan Sukamenanti tersebut sudah lama diminta oleh kepala lingkungannya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan juga masyarakatnya karena tidak peduli dengan kegiatan juga tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID