Kim Commanders Ketua Komunitas Seniman Jalanan Lampung - RILIS.ID
Kim Commanders Ketua Komunitas Seniman Jalanan Lampung
Taufik Rohman
Jumat | 08/06/2018 08.00 WIB
Kim Commanders Ketua Komunitas Seniman Jalanan Lampung
Kim Commanders, Ketua Komunitas Seniman Jalanan Lampung, Kamis (7/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Para musisi jalanan di Lampung membentuk wadah berhimpunnya seniman di Kota Tapis Berseri. Namanya adalah Kosela (komunitas seniman jalanan Lampung). 

Kosela dibuat untuk menjawab kondisi sosial dan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Bahwa, para musisi jalanan tidak begitu mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Padahal mereka punya skill (kemampuan) dalam bernyanyi, melukis, mengukir, bahkan kreativitas lainnya.

Adalah Kim Commanders yang ditunjuk sebagai Ketua Kosela. Ini karena pengalaman dan jam terbangnya.

Menurut Kim, pengamen jalanan di Kota Bandarlampung ini  bukanlah orang lain. Mereka adalah teman-teman dekatnya yang sudah seperti saudara dan dulunya juga mereka pernah mengamen bersama dirinya di Pasar Telukbetung. 

"Jangan salah lho. Saya ini juga dulunya pengamen dan sampai sekarang pun saya tetap sebagai musisi jalanan. Di sinilah aku dulu lahir, bisa bermain musik, dan menciptakan lagu. Dan di sini juga aku besar, seperti saat ini," kata Kim, Kamis (7/6/2018) malam.

Dia menyampaikan sambutannya di rumah gerakan rakyat nusantara (GRN) di Jalan Ikan Pari Blok D No. 56 Kebonpisang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung. Lokasinya dekat Pasar Kangkung.

Menurut pencipta lagu Children with No Land yang sudah dikenal dan diapresiasi dunia itu, pemerintah seharusnya memberikan ruang atau memberi pekerjaan tetap kepada kelompok pengamen jalanan di Kota Bandarlampung. Sehingga dengan dibentuknya Kosela, dia ingin bisa sejajar dengan musisi lainnya yang sering dipanggil untuk tampil di even besar di Bandarlampung yang selama ini banyak mengambil seniman dari luar daerah Lampung. 

"Kita bukan mau mengambil alih job mereka, melainkan kita ingin sama seperti mereka. Kami ingin diberikan ruang kreasi. Kosela diharapkan memberi pendapatan bagi seniman jalanan dan kita akan transparan," tukas pemilik nama asli Lukman Hakim itu.

Dia mencontohkan pengamen yang diberikan ruang untuk menghibur di kafe, taman, hotel, atau acara pemerintahan. Jika seniman Lampung ini disatukan dalam sebuah wadah kemudian ditampung dan diberikan pekerjaan, maka mereka yang punya kreativitas dan bakat dapat tersalurkan. 

"Beri kesempatan untuk mereka untuk pentas seperti di sebuah event organizer, ada jadwal main hingga lokasi panggung pementasan. Harapannya, pengamen jalanan di pusat Kota Bandarlampung maupun wilayah lainnya akan terbina dengan baik. Itulah pembangunan yang merata, seharusnya memanusiakan manusia, ya seperti itu, " jelasnya.

Ketua Gerakan Rakyat Nusantara Pusat, Eriyono Sucahyono, yang hadir saat pengukuhan Kosela, mengatakan, Kim Commanders sudah diakui oleh dunia. Tapi tidak ada perhatian dari pemerintah.

Makanya diperlukan kerja bersama sesuai dengan motto Kosela, Bangkit untuk Satu, Satu untuk Kita, Kita untuk Semua, Kosela Tulus Ikhlas.

"Kita harus bekerja bersama, tanpa bersama maka kita bukan siapa siapa," katanya. 

Dia berharap terbentuknya Kosela dapat mengembalikan potensi wisata dan menjadikan Lampung Provinsi bahagia.

"Perbedaan jangan jadikan sebuah perpecahan. Namun untuk bersatu sehingga ke depan musisi menjadi kebanggaan masyarakat Lampung," jelasnya.

Pemerintah juga harusnya memberi perhatian kepada para seniman jalanan, apalagi banyak anggaran pemerintah untuk rakyat yang membutuhkan.

"Kita bukan mencari massa, tapi kita menampung aspirasi masyarakat bagi yang tidak tersentuh oleh pemerintah. Tertinggal. Sehingga diperlukan bukti-bukti otentik lewat seniman ini, " tutupnya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID