Kodim 0410/KBL Wakili Kodam II/Swj Lomba Binter - RILIS.ID
Kodim 0410/KBL Wakili Kodam II/Swj Lomba Binter
El Shinta
Senin | 13/05/2019 20.11 WIB
Kodim 0410/KBL Wakili Kodam II/Swj Lomba Binter
Pemaparan Kodim 0410/KBL Letkol Arm Wahyu Jatmiko kepada Ketua Tim Lomba Binter Tahun 2019, Kolonel Inf Awal Nur, Senin (13/5/2019). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Kodim 0410/KBL (Kota Bandar Lampung) terpilih mewakili Kodam II/Sriwijaya (Swj) untuk mengikuti Lomba Bimbingan Teritorial (Binter) tahun 2019 yang diselenggarakan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad).

Dandim 0410/KBL, Letkol Arm Wahyu Jatmiko, mengatakan selain Bandarlampung, Aceh juga dipilih untuk mewakili Sumatera untuk perlombaan tingkat pusat ini. Nantinya, Kodim 0410/KBL akan bersaing dengan tujuh kodim lainnya di seluruh Indonesia. 

"Tidak ada persiapan khusus, kita sajikan apa yang memang sudah kami laksanakan. Optimis pasti menang," kata Wahyu, Senin (13/5/2019).

Dia menuturkan, lomba ini lebih mengutamakan sinergitas program antara kodim, forkopimda, Polri, dan masyarakat. Pihaknya juga mengunggulkan sejumlah program untuk dilombakan. Yakni sopan santun untuk siswa SD dan SMP, Jumat Berbagi ketiap panti asuhan, Open UMKM, dan Wantutri.

"Ini metode binter kreatif, jadi ada program One Day Two House Three Person. Dalam satu hari mengunjungi dua rumah, mencari tiga kawan," pungkasnya.

Sementara Wali Kota Bandarlampung Herman HN, optimis bahwa Kodim 0410 akan menjadi juara dalam perlombaan ini. Terlebih sudah banyak program sinergitas yang sukses antara pemkot dan kodim. 
"Ini lomba antar kodim seluruh Indonesia, mudah-mudahan Kodim 0410/KBL mendapatkan juara," ujar Herman.

Di lokasi yang sama, Ketua Tim Lomba Binter 2019, Kolonel Inf Awal Nur, mengatakan lomba ini diselenggarakan untuk melihat sejauh mana program yang dijalankan kodim. Selain itu, Lomba Binter ini untuk ajang kompetisi untuk melihat peran dandim dalam pembinaan teritorial wilayahnya.

"Untuk kriterianya ada sendiri sistem penilaiannya. Kita juga akan melihat ke lapangan, ada atau tidak yang dibuat dan dikerjakan. Karena kemanunggalan itu harus ada kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat," pungkasnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID