Kolom Agama dan Kepercayaan di KTP Dipisah, Realisasinya usai Pilkada - RILIS.ID
Kolom Agama dan Kepercayaan di KTP Dipisah, Realisasinya usai Pilkada
Muhammad Iqbal
Kamis | 12/04/2018 09.59 WIB
Kolom Agama dan Kepercayaan di KTP Dipisah, Realisasinya usai Pilkada
Mendagri Tjahjo Kumolo. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Para penganut penghayat aliran kepercayaan di Lampung bisa bernapas lega. Sebagai tindaklanjut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 7 November 2017, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo akan memasukkan aliran kepercayaan di kartu tanda penduduk (KTP).

”Sesuai keputusan MK pemerintah memberikan hak sama antara warga negara yang beragama sesuai dengan undang-undang. Baik pada penganut enam agama yang sah maupun yang beraliran kepercayaan. Sekarang ini aliran kepercayaan yang terdaftar mencapai 187 ribu,” kata Tjahjo kepada rilislampung.id, Rabu (11/4/2018).

Nantinya, kolom agama dan kepercayaan ditulis terpisah di KTP elektronik. Tadinya, ada sekelompok aliran yang ingin ditulis agama/kepercayaan. Tapi, ini dinilai tidak tepat. Sebab, agama bukan kepercayaan dan kepercayaan bukan agama.

”Ini hasil kami keliling difasilitasi Menteri Agama, bertemu dengan semua tokoh-tokoh agama. Dirjen Dukcapil juga bertemu semua tokoh-tokoh aliran kepercayaan. Paling banyak di Jawa Barat. Lampung juga ada,” paparnya.

Menurut dia, hal itu direalisasikan setelah pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada Juni 2018. Jika dipaksakan dibuat sekarang, pihaknya khawatir ada yang memiliki KTP dobel. Sebab, mayoritas penganut aliran kepercayaan sudah mempunyai KTP elektronik. (*)

 

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID