Konflik Warga dengan SGC dan SIL, DPRD Cari Win-Win Solution - RILIS.ID
Konflik Warga dengan SGC dan SIL, DPRD Cari Win-Win Solution
Taufik Rohman
Rabu | 20/03/2019 21.14 WIB
Konflik Warga dengan SGC dan SIL, DPRD Cari Win-Win Solution
Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Masyarakat empat kecamatan di Kabupaten Tulangbawang mengancam menduduki 40 ribu hektare (ha) tanah yang dikuasai PT Sugar Group Company (SGC) dan PT Sweet Indo Lampung (SIL).

Perwakilan masyarakat, Supri Barko, menegaskan hal itu usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Lampung, Rabu (20/3/2019) sore.

Supri menyatakan jika pemerintah maupun DPRD Lampung tidak bisa menyelesaikan permasalah itu hingga pemilihan umum 17 April 2019, mereka akan merealisasikan ancamannya.

”Masalah ini sudah hampir 25 tahun. Hingga saat ini kami tidak mendapat manfaat dari keberadaan PT SGC. Masalah HGU (hak guna usaha) juga hingga saat ini belum ada kejelasan,” tegasnya.

Menurutnya hak tanah umbul (ulayat) warga itu berada di Kecamatan Gunungaji, Gedongmeneng, Denteteladas dan Gunungtapa Kabupaten Tulangbawang.

Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal, usai memimpin RDP menyatakan akan mengundang pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

Dia berjanji tidak akan mengabaikan hak-hak masyarakat dan tak menganggu eksistensi dari perusahaan. Karena bagaimanapun juga keberadaan investor dibutuhkan di Provinsi Lampung ini.

”Apa yang jadi hak masyarakat yang belum diselesaikan, ya kita selesaikan. Intinya menyelesaikan masalah tanpa ada masalah baru,” ungkapnya.

Menurut dia, bukan hanya DPRD yang bisa menyelesaikan. Tapi harus ada kesadaran dari pihak terkait.

”Mungkin saja nanti kita memerlukan membentuk tim investigasi. Kita mengajak menyelesaikan masalah itu secara baik-baik, jangan grasak-grusuk dan tidak gaduh,” tegasnya.

Politisi PDIP ini juga menginginkan agar dalam kondisi menjelang pemilu masyarakat dapat menjaga kondusivitas wilayahnya.

Sementara itu, Manager Administrasi PT SGC, Heru Sapto, saat dihubungi di nomor 081272xxx tidak mengangkat ponselnya. Pesan singkat yang dikirimkan wartawan media ini juga tidak dibalas. Demikian juga dengan PT SIL yang dihubungi di nomor (0720) 257xx. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID