Konjen Tiongkok Sebut Lampung Berpotensi Jadi Jalur Sutera Maritim - RILIS.ID
Konjen Tiongkok Sebut Lampung Berpotensi Jadi Jalur Sutera Maritim
[email protected]
Selasa | 10/04/2018 22.47 WIB
Konjen Tiongkok Sebut Lampung Berpotensi Jadi Jalur Sutera Maritim
Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno dan Konjen Tiongkok di Medan, Sung Ang foto bersama di Kantor Gubernur, Selasa (10/4/2018). FOTO: IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok di Medan, Sun Ang menilai Lampung berpotensi menjadi Jalur Sutera Maritim Abad 21. Hal itu terungkap saat Sung Ang bertemu dengan Pjs. Gubernur Didik Suprayitno di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (10/4/2018).

Menurut Sung Ang, potensi itu ada karena letak geografis Lampung sangat strategis sebagai pintu gerbang Sumatera dengan Selat Sunda yang berpotensi sebagai jalur pelayaran internasional menghubungkan Samudera Hindia dan Pasifik. Termasuk kesiapan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan dan jalan tol.

Berdasarkan data yang dihimpun rilislampung.id, Jalur Sutera Maritim memang berawal dari Laut Tiongkok Selatan yang kini menjadi isu terpanas di kawasan Asia Tenggara, khususnya di gugusan kepulauan Spratly yang terletak di sebelah utara pulau Kalimantan.

Kawasan ini diperebutkan oleh lima negara, yakni Tiongkok, Vietnam, Brunei, Malaysia dan Filipina – karena diyakini kaya akan cadangan minyak dan gas bumi. Disamping itu, Laut Tiongkok Selatan sampai Selat Malaka merupakan jalur lalu lintas ekonomi barang dan jasa yang padat dengan nilai lebih dari US$ 1 triliun per tahun. Dan setiap hari dilewati lebih dari 200 kapal tanker minyak dan gas.

“Saat ini Tiongkok melalui enam perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan makanan ternak, minyak sawit, pembangkit listrik dan  pengolahan besi baja telah berinvestasi di Lampung. Dengan nilai investasi lebih kurang sebesar USD 200 juta,” kata Sung Ang.

Sung Ang juga mengakui potensi Lampung yang didukung keindahan dan potensi pariwisata melampaui Thailand dan Vietnam. Kondusifitas juga terjaga dalam menangani konflik sosial. (Baca: Konjen Tiongkok Bicara Potensi dan Pertumbuhan Lampung)

“Prestasi ini menjadikan Lampung sebagai wilayah dengan iklim investasi yang sangat kondusif bagi investor. Pemerintah Tiongkok ingin mendorong lebih banyak pelaku usaha asal Tiongkok untuk berinvestasi di Lampung,” ujarnya.

Sementara Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno menyambut baik keinginan dan niat baik Pemerintah Tiongkok tersebut. “Selain garis pantai yang panjang dan indah, Lampung juga memiliki banyak komoditas unggulan yang sangat potensial. Sebagai penghasil pisang dan singkong terbesar, Lampung membuka peluang investasi dalam pengolahan dua komoditas tersebut," katanya.

Didik berharap pemerintah Tiongkok dapat bersinergi dalam mewujudkan  pembangunan perekonomian Lampung dengan memberikan bantuan untuk mewujudkan pengembangan kawasan industri yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Lampung. “Saat ini terdapat Sembilan kawasan indutri yang tengah direncanakan, enam di antaranya berada di sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),” pungkasnya.

Pertemuan tersebut dihadiri Plt. Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat, Kepala Dinas Perdagangan Tony L. Tobing, Kepala Biro Tata Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Chandri, dan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung Christian Chandra. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID