Konsep Baru di Kota Baru - RILIS.ID
Konsep Baru di Kota Baru
[email protected]
Minggu | 30/06/2019 20.12 WIB
Konsep Baru di Kota Baru
Dr. Eng. I.B. Ilham Malik, S.T., M.T./Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota di Magister Teknik Universitas Bandar Lampung.

Rencana pemerintah provinsi untuk meneruskan pembangunan Kota Baru di Lampung Selatan perlu didukung, karena program pembangunan Kota Baru kali ini sifatnya sudah urgent dan memiliki kemungkinan lebih baik daripada sebelumnya.

Ketika pemerintahan provinsi dipegang gubernur sebelumnya, saya menyatakan agar pemerintah provinsi menghentikan untuk sementara pembangunan Kota Baru tersebut dengan alasan bahwa Kota Baru tersebut tidak akan terbangun dengan baik.

Saya menyatakan hal tersebut dengan sebuah skenario bahwa pemerintah provinsi akan membatalkan dan menunda meneruskan pembangunan Kota Baru. Karena pada saat itu penulis memiliki kekhawatiran pemerintah provinsi tidak akan benar-benar dapat membangun Kota Baru dengan baik.

Kita ingin agar pembangunan Kota Baru tidak terbangun secara asal-asalan, kondisi Kota Baru akan lebih baik jika dibandingkan dengan kota lama, serta desain dan realisasi pembangunan Kota Baru ini akan mendapatkan respons dari berbagai pihak secara nasional maupun internasional.

Karena menurut saya pembangunan Kota Baru ini menjadi momentum bagi para perencana di Lampung, baik itu perencanaan infrastruktur, tata ruang, maupun arsitektur, dan juga perencanaan utilitas untuk menciptakan sebuah kota yang benar-benar futuristik serta berbeda dengan kondisi kota yang ada saat ini.

Perencanaan dan logika pembangunan seperti yang dibuat oleh pengembang di Meikarta, meskipun pada saat ini proyek tersebut terhenti, tetapi logika teknis dan juga logika perencanaannya perlu di adopsi oleh pemerintah provinsi.

Jangan sampai pembangunan Kota Baru ini nanti hasilnya akan relatif sama dengan kota-kota lamanya yaitu Bandarlampung dan juga Metro, yang menghadapi masalah karena perencanaan kotanya yang tidak disusun sejak awal dan tidak dipatuhi sejak awal, serta prinsip-prinsip pembangunan yang berkeadilan ramah lingkungan dan ramah penghuninya tidak menjadi petunjuk pembangunan kota.

Saya sangat berharap agar rancangan pembangunan Kota Baru ini dapat disusun dengan baik dan tidak hanya berorientasi pada project. Saya meyakini bahwa ketika proyek mercusuar ini nanti dibangun maka akan mendapatkan respons oleh berbagai komunitas perencanaan kota di dunia karena menjalankan atau menganut prinsip-prinsip pembangunan Kota Baru yang sifatnya futuristik.

Apalagi Bandarlampung saat ini sudah mengalami peningkatan investasi yang cukup tinggi dan membutuhkan kota-kota satelit yang dapat menampung investasi dan perkembangan penduduk baru untuk menopang Bandarlampung.

Konsep pengembangan Kota Baru ini nanti hendaknya memperhatikan beberapa hal. 1) Visi pembangunan kota, 2) fungsi dari kota baru 3) skala kota, 4) lokasi dan yang terakhir 5) keberlanjutan pembangunan.

Kalau pemerintah provinsi sudah selesai dengan 5 hal ini maka tahap berikutnya adalah membuat desain arsitektural dan juga lanscape Kota Baru. Jadi jangan sampai arsitektural dan landscape-nya keluar tanpa terlebih dahulu menganut 5 prinsip tersebut di atas secara tepat. Dan lima prinsip tersebut harus disepakati oleh para pihak, terutama pengambil keputusan dan juga para ahli untuk mendapatkan keyakinan bahwa kota yang akan kita bangun di Kota Baru ini nanti, akan mendapatkan respons positif dan apresiasi dari berbagai komunitas perencana kota dunia.

Skema pembiayaan pembangunan Kota Baru ini sudah ada banyak macam jenisnya yang bisa diterapkan oleh pemda. Skema ini berkaitan dengan skema investasi dan pengembalian biaya investasi yang dilakukan oleh pihak swasta yang tertarik atau berkenan untuk membantu pemerintah mengembangkan Kota Baru yang didalamnya ada kantor pemerintahan. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebagai jawaban atas adanya keterbatasan anggaran pembangunan tetapi tetap harus ada pembangunan skala besar untuk mendorong pertumbuhan dan kegiatan ekonomi lainnya. Terkait dengan skema ini bisa kita diskusikan lebih lanjut.

Tetapi hal yang paling penting adalah visi pembangunan kota ini yang akan memberikan pengaruh pada skala dan juga lokasi setiap bangunan. Misalnya; apakah di dalam kawasan Kota Baru ini nanti ada bangunan komersial atau bangunan pemukiman untuk mendukung kegiatan perkantoran pemerintahan ataukah tidak?

Apakah sistem transportasi dan sistem air bersih termasuk juga utilitas lainnya akan dibangun secara terkoneksi satu sama lain ataukah tidak? Apakah akan ada fasilitas untuk pelayanan kesehatan, pendidikan, hiburan, permukiman dan wisata kota lainnya di dalam wilayah ini?

Bagaimana caranya masyarakat dapat mengakses lokasi Kota Baru ini nanti dari lokasi asal mereka yang tersebar dalam wilayah provinsi Lampung? Apakah mereka harus mengakses Kotabaru dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan sistem angkutan umum massal seperti kereta api yang dapat diakses dari setiap ibu kota kabupaten dan juga kota?

Visi pembangunan yang berkaitan secara fisik maupun nonfisik harus dapat dirancang sejak awal oleh pemerintah bersama dengan para ahli tata ruang. Jika visi ruang kota dan aktivitas di dalamnya sudah detail dan disepakati serta dapat menampung seluruh aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan pemerintahan provinsi maka langkah selanjutnya adalah melakukan desain arsitektural dan juga landscape.

Termasuk juga kapan bangunan tersebut akan mulai pelaksanaan konstruksi nya Hingga bangunan tersebut masuk ke fase operasional. Semua hal ini harus dirancang sejak awal dan secara bertahap direalisasikan. Bisa saja proses pembangunannya mencapai 10 tahun tetapi bentu ruang dan bangunannya sudah jelas sejak awal sehingga siapapun sudah bisa membayangkan bentuk ruang dan tata bangunan juga hal lainnya sejak sekarang. Dan secara bersama-sama melakukan kontrol pada tahun tahun pelaksanaannya.

Apalagi jika kita bicara tentang infrastruktur jalan raya, jalan rel, fasilitas pejalan kaki, fasilitas jalur sepeda, serta fasilitas utilitas lainnya, maka berbagai macam fasilitas tersebut harus dibangun sejak awal untuk membentuk ruang dan fungsi-fungsinya yang ada di dalam wilayah Kota Baru maupun ruang yang ada di sekitar Kota Baru.

Tentu saja kita sangat berharap konsep desain bangunan Kota Baru dan juga tata ruang Kota Baru dapat sejalan dengan konsep pembangunan kota masa depan yang tetap berpijak pada kearifan lokal. Bagaimanapun konsep tata ruang khas Lampung yang bisa dilihat dari bentuk ruang permukiman atau perkampungan lama

Lampung perlu diadopsi oleh pemerintah selain mengadopsi arsitektural bangunan khas Lampung. Jadi bukan saja arsitektur bangunannya tetapi juga tata ruang khas Lampung perlu di terjemahkan ulang dan disempurnakan sehingga memiliki ciri khas tradisional tetapi tetap terkoneksi dengan visi ruang kota di masa depan.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID