Kontraktor SMPN 36 Merugi Rp500 Juta Gara-Gara Puting Beliung - RILIS.ID

Kontraktor SMPN 36 Merugi Rp500 Juta Gara-Gara Puting Beliung
El Shinta
Rabu, 2018/06/13 17.40
Kontraktor SMPN 36 Merugi Rp500 Juta Gara-Gara Puting Beliung
Beginilah kondisi pembangunan SMPN 36 Bandarlampung yang mengalami rusak di bagian atap setelah diterjang puting beliung, pada Selasa (12/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Angin puting beliung yang menerjang Kecamatan Sukarame pada Selasa (13/6/2018) menyebabkan kerusakan di beberapa sekolah. Salah satunya SMPN 36 Bandarlampung.

Gedung bercat hijau yang sedang dibangun oleh pihak ketiga yakni CV Putra Pagar Dewa, terlihat rusak parah. Atap bangunan yang terbuat dari baja ringan sudah porak poranda.

Para pekerja bangunan nampak duduk-duduk sembari menunggu giliran menarik kerangka baja yang sudah rusak. (Baca: Berikut Daftar Kerugian dan Korban Puting Beliung di Sukarame)

Jaidin, pelaksana pembangunan SMPN 36 Bandarlampung, mengatakan bahwa puting beliung sudah merusak hampir seluruh bagian atap.

“Paling signifikan kerusakan pada bagian atap dan plafonnya, listrik dan sebagainya. Ini semua (atap dan plafon) turun dan terbang semua," katanya saat ditemui rilislampung.id di SMPN 36 Bandarlampung, Rabu (13/6/2018).

Kerugian yang diderita kontraktor akibat puting beliung mencapai ratusan juta rupiah.

“Kerugian sekitar di atas Rp 500 juta, kerusakan pada atap dan plafon masing-masing 600 meter. Saat ini kita sedang dalam proses pembangunan, tahap finishing untuk atap dan plafon sudah selesai, tinggal menunggu bagian pengecatan saja. Tiba-tiba kemarin ini diluar dugaan kita, musibah alam yang kita tidak tahu kapan datangnya," terangnya.

Jaidin mengungkapkan, saat peristiwa itu terjadi empat orang pekerjanya mengalami luka. Namun, ada dua orang yang luka parah. Yakni Naryo mengalami gegar otak dan harus dioperasi di Rumah Sakit Urip Sumoharjo dan Fahrul mengalami luka pada bagian kepala serta punggung.

“(Fahrul) Dia dirawat di RS Immanuel. Sedangkan dua orang lainnya tidak parah dan hanya mendapatkan perawatan medis," tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)