Koordinator Saksi Bagi-Bagi Uang, TS Herman: Itu Duit Bensin - RILIS.ID
Koordinator Saksi Bagi-Bagi Uang, TS Herman: Itu Duit Bensin
Taufik Rohman
Minggu, 2018/05/27 20.53
Koordinator Saksi Bagi-Bagi Uang, TS Herman: Itu Duit Bensin
Koordinator Saksi Bengkunat, Zaidi. FOTO: PANWASLU PESBAR

RILIS.ID, Pesisir Barat – Panitia pengawas pemilu Pesisir Barat (Panwaslu Pesbar) menemukan dugaan money politics yang dilakukan tim pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Herman HN-Sutono.

Kegiatan berbalut kampanye dialogis dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek) saksi-saksi itu dilaksanakan di Pekon Gedung Cahya Kuningan, Ngambur, Pesbar, Selasa (25/5/2018).  

Koordinator Saksi Bengkunat, Zaidi, dipergoki sedang membagi-bagikan dua lembar uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu kepada para saksi.

Namun, tim sukses (TS) paslon nomor urut dua Herman HN-Sutono, Watoni Noerdin, membantah itu adalah money politics.

Kepada rilislampung.id, Minggu (27/5/2018) malam, dia menyebut dana itu diberikan sebagai uang bensin.

”Jadi, uang sifatnya untuk internal kegiatan. Sekadar uang bensin,” jelas anggota Komisi IV DPRD Lampung tersebut.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Panwaslu Pesbar, Heri Kiswanto, mengatakan temuan berdasar pengawasan bersama Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Ngambur dan Krui.

Saat itu dilakukan bimtek saksi untuk lima kecamatan di Pesbar. Masing-masing Bengkunat, Ngaras, Ngambur, Pesisir Selatan, dan Waykrui. Kegiatan dimulai pukul 09.00 dan berakhir 11.30 WIB. 

"Dalam kesempatan itu hadir juru kampanye paslon nomor dua, Ustaz Ismail Saleh, Lakat Amin, Rahma Wati, dan Zaidi. Nama terakhir adalah Kordinator Saksi Bengkunat," ungkap Heri.  

Menurutnya, dugaan money politics terjadi di lapangan depan gedung MTs Krui. Aksi Zaidi dipergoki Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran (Kordiv HPP) Panwaslu Pesbar, Abdul Kodrat, dan staf Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Efriansyah. Seluruh jajaran Panwascam Ngambur dan Krui Selatan juga melihatnya.

Panwaslu Pesbar kemudian menyita kaus bergambar paslon nomor dua dengan tulisan Pilihan Kita Nomor Urut 2. Kaus berlogo PDI Perjuangan. Kaus juga bertuliskan, Terbukti Mensejahterakan Rakyat.

Barang bukti lain yang disita adalah satu buah amplop yang sudah terbuka dan satu lembar uang senilai Rp50 ribu yang diperoleh dari salah satu calon saksi Kecamatan Bengkunat.

Hingga saat ini, kata Heri, Kordiv HPP Abdul Kodrat dan tim Sentra Gakkumdu Pesbar dari unsur kejaksaan dan kepolisian sedang menelusuri dugaan politik uang tersebut.

"Syarat formil dan materilnya sedang dikumpulkan. Kita juga sudah memeriksa beberapa saksi. Selasa (29/5/3018, Red) mendatang Gakkumdu akan memutuskannya," jelasnya.

Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menambahkan pihaknya akan mendalami terlebih dahulu, apakah kegiatan itu kampanye atau lainnya.

"Agar kita ketahui apakah benar uang itu untuk saksi atau bukan," tegasnya.  

Sementara, Komisioner Bawaslu Lampung Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Iskardo P Panggar, menyatakan sedang menunggu proses dari Gakkumdu Pesbar. 

"Kita tunggu apa hasil dari proses tersebut. Apakah memenuhi unsur pelanggaran dugaan money politics atau tidak," terangnya. (*)

Editor gueade


komentar (0)