Korban Investasi Bodong, Geruduk Polda Lampung - RILIS.ID
Korban Investasi Bodong, Geruduk Polda Lampung
kontributor kontributor
Taufik Rohman
Senin, 2019/12/02 19.51

RILIS.ID, ; RILISID TV LAMPUNG - Bandarlampung, Sebanyak sembilan warga Lampung Selatan datangi Polda Lampung, Senin (2/12/2019).

Uang ganti rugi pembebasan lahan Jalan Tol Trans Sumatra sekitar Rp 1,2 Milyar raib di tipu oleh Kepala BMT Dana Mulya Syariah (DMS) Muhajir. 

Darto Utomo (35) warga Sumber Agung RT 001/001, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, membenarkan ada sembilan warga termasuk dirinya telah melapor ke Polda Lampung terkait dengan penipuan. 

Bersama delapan warga lainnya melaporkan Kepala Koperasi BMT Dana Mulya Syariah bernama Muhajir, pada Senin (18/11/2019) yang lalu, dan hari ini ke Polda untuk menanyakan tindaklanjutnya, saat diwawancarai di ruang Graha Jurnalis Polda Lampung. 

Menurut Darto Utomo, awalnya warga tidak menaruh curiga dengan Muhajir karena warga telah mengenalnya sebagai Bos atau Kepala Koperasi BMT Dana Mulya Syariah yang bergerak pada usaha simpan pinjam uang dan sering melakukan sosialisasi.

Pada saat sosialisasi dengan warga yang lahannya terkena pembebasan lahan pembuatan JTTS, lanjut Darto Utomo, terlapor menawarkan pinjaman uang tanpa bunga dengan nilai Rp 50 juta, dengan syarat, setelah pencairan uang ganti rugi dari pihak JTTS diterima, warga harus mengembalikan uang yang di pinjam senilai Rp 50 juta dan harus mendepositokan uang senilai Rp 100 juta ke Koperasi BMT Dana Mulya Syariah, dengan dijanjikan bunga sebesar 1 persen tiap bulannya. 

Merasa tertolong dengan adanya pinjaman tersebut, dan ditambah bunga tiap bulan 1 persen, Setelah menerima ganti rugi lahan, warga pun membayar pinjaman Rp 50 juta dan mendepositokan uang Rp 100 juta hingga 300 juta ke Koperasi BMT Dana Mulya Syariah, yang dipimpin oleh terlapor. 

Satu tahun berjalan (2017), warga hanya diberi bunganya saja senilai Rp 1 juta/perbulan. Tetapi ditahun kedua dan ketiga (2018-2019), warga tidak lagi menerima uang lagi dari Koperasi BMT Dana Mulya Syariah meski deposito sudah jatuh tempo dan putus komunikasi dengan terlapor. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. M. Barly Ramadhany mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Selanjutnya, laporan itu di limpahkan ke Polres Lampung Selatan, untuk proses lebih lanjut.

#wargalampungselatan #investasibodong #bmtDMS



Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID