Nah! KPK Tunjukkan Potensi Kebocoran Pajak di Bandarlampung - RILIS.ID
Nah! KPK Tunjukkan Potensi Kebocoran Pajak di Bandarlampung
El Shinta
Jumat, 2018/04/13 16.36
Nah! KPK Tunjukkan Potensi Kebocoran Pajak di Bandarlampung
Kunjungan dan audiensi KPK RI dengan DPRD Kota Bandarlampung di Gedung Paripurna, Jumat (13/4/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta 

RILIS.ID, Bandarlampung – Tak hanya beramah tamah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya punya agenda tersendiri mengunjungi DPRD Bandarlampung di Gedung Paripurna DPRD setempat, Jumat (13/4/2018).

Kepala Satuan Tugas III Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK RI, Adlinsyah Malik Nasution, mengungkapkan potensi kebocoran pajak di Kota Bandarlampung.

Choki –sapaan akrab Adlinsyah Malik Nasution, menyatakan potensi kebocoran salah satunya dari banyaknya pemilik rumah makan dan restoran, yang masih manual menghitung total orderan. 

"Saya makan di Begadang, bagus. Hitungannya nggak manual seperti di Rumah Makan Pagi Sore, tidak ada buktinya kita sudah bayar pajak atau belum. Saya juga makan seafood di Jumbo Kakap, di sana jelas bukti pembayarannya, ada PPN-nya," kata Choki.

Selain rumah makan, Choki juga bercerita tentang pengalamannya berbelanja oleh-oleh di Kota Bandarlampung, tapi tidak dimintai pajak. 

"Saya belanja oleh-oleh di Aneka Rasa itu habis Rp200 ribu. Setelah saya cek nggak ada pajak 10 persen di struk belanja. Ini bukti struknya. Buat kenang-kenangan Pak Wiyadi saja," terang Choki seraya menyerahkan struk belanjanya ke Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi.

Dia menuturkan, Kota Bandarlampung harusnya mencontoh Gorontalo yang mampu menagih pajak dengan sistem ”nongkrong” setiap hari. "Setiap hari UPT-nya datang dan menunggu di restoran. Mereka keliling, jadi pemasukannya dapat semua dan jelas. Cobalah kita juga lihat potensi itu, pelototin besok. Bila perlu dibuat pansusnya, KPK siap dampingi," saran Choki.

Wiyadi menyambut. Dia berjanji menelusuri kebocoran pajak di Bandarlampung.  "Agak malu juga empat tahun kerja di sini tapi nggak tahu ada kebocoran pajak di Bandarlampung. Kita akan segera evaluasi dan menuntaskan masalah pajak ini," janjinya.

Terlepas daripada itu, dia mengaku sempat ragu menyambut KPK lantaran banyak anggota dewan yang sedang dinas luar (DL). "Terus kata Pak Choky suruh pulang, alhamdulillah mereka pulang semua," tutur Wiyadi. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)