KPK Ungkap RM Begadang dan Bakso Sonny Bandel Soal Tapping Box - RILIS.ID

KPK Ungkap RM Begadang dan Bakso Sonny Bandel Soal Tapping Box
El Shinta
Kamis, 2018/10/18 19.01
KPK Ungkap RM Begadang dan Bakso Sonny Bandel Soal Tapping Box
Pertemuan Pemkot dan KPK RI dengan pemungut pajak bidang hiburan, restoran, rumah makan di ruang rapat walikota Bandarlampung, Kamis (18/10/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Koordinator Wilayah II Sumatera Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, M. Adlinsyah Nasution, ungkap secara blak-blakan pemungut pajak bidang rumah makan dan restoran yang bandel.

Adlinsyah mengungkapkan selama beberapa hari di Bandarlampung ia bergerak secara diam-diam dan melakukan investigasi ke sejumlah rumah makan, restoran, dan hotel. Hasilnya cukup membuat membuat ia terkesima.

“Saya terkesima soal Bakso Sonny ini, mana nggak hadir ya? Beberapa hari lalu saya makan di sana, berjam-jam saya tongkrongin. Saya lihat alat tapping box sudah ada, tapi nggak dipakai, mereka masih pakai register. Ternyata di jam-jam tertentu ia matikan, lalu dihidupkan. Saya tanya alasannya malas,” kata pria yang akrab disapa Choky saat pertemuan dengan pengumut pajak di ruang rapat wali kota, Kamis (18/10/2018). 

Tak hanya di situ, Choky pun tiba-tiba menanyakan keberadaan perwakilan dari Begadang Grup, yang juga absen dari pertemuan tersebut. Ternyata ia sudah menyiapkan sebuah catatan yang ia tuliskan dikertas.

“Dari Begadang ada nggak? Takut sepertinya, kalau ada saya bacain semua catatan saya soal mereka. Saya makan tadi di sana, ternyata tidak dipakai alatnya, mereka masih menghitung manual. Saya juga heran, pengusaha yang lokal malah susah yaa, beda dengan pengusaha dari luar, luar biasa taat bayar pajaknya. Nanti kita panggil saja orang Begadang ini,” tukasnya.

Ia juga menyindir sejumlah rumah makan padang yang memungut pajak sebesar 10 persen kepada konsumennya, namun tidak menyetorkan pajak tersebut ke pemerintah.

“Ada rumah makan padang di Jakarta sana, sampai buka cabang besar sekali. Tapi bayar pajaknya, masyaAllah jauh sekali.  Jangan-jangan uang pajak saya itu dibuat buka cabang. Makanya saya minta tolong bukakan pintu kalian untuk kami, ini untuk kita juga kok,” tegas Chokky.

Disinggung langkah apa yang akan ia ambil mengenai dua rumah makan ini, Chokky masih akan melakukan pendekatan secara persuasif.

“Kita ajak ketemuan dulu, kita kasih tahu pelan-pelan manfaat dan kegunaannya. Insya Allah pahamlah nanti mereka. Kita pendekatan secara persuasif, jangan bicarakan sanksi dulu. Kita usaha pasti bisa kok,” tegasnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)