KPU Pertahankan Budiono dan Hertanto Sebagai Timsel - RILIS.ID
KPU Pertahankan Budiono dan Hertanto Sebagai Timsel
Taufik Rohman
Sabtu | 20/07/2019 20.46 WIB
KPU Pertahankan Budiono dan Hertanto Sebagai Timsel
Timsel KPU Lampung dan Komisioner KPU Lampung berfoto bersama usai melakukan klarifikasi di KPU Lampung. FOTO RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memutuskan tetap mempertahankan Dr. Hertanto dan Dr. Budiono sebagai tim seleksi (timsel) rekrutmen KPU Lampung periode 2019-2024.

Keputusan itu ditempuh setelah dua anggota KPU RI Wahyu Setiawan dan Evi Novida Ginting merampungkan klarifikasi kepada Dr. Hertanto dan Dr. Budiono atas laporan dari masyarakat di kantor KPU Lampung, Sabtu (20/7/2019). (Baca: Besok, KPU RI ke Lampung Klarifikasi Dua timsel KPU)

Menurut Wahyu Setiawan, dari hasil klarifikasi, KPU RI tetap percaya kepada Dr. Budiono dan Dr. Hertanto dan dianggap mampu bekerja melaksanakan tahapan rekrutmen komisioner KPU Lampung ke depan.

Dia menjelaskan, langkah klarifikasi terhadap Dr. Budiono dilakukan atas laporan masyarakat yang meragukan independensi, profesionalisme, dan integritasnya sebagai timsel karena pernah menjabat sebagai tenaga ahli Gubernur Lampung periode 2014-2019.

Dari hasil klarifikasi, terus Wahyu, Dr. Budiono menyampaikan betul bahwa ia merupakan tenaga ahli gubernur periode lalu. Kemudian selama ini, ia tidak pernah ada catatan yang mencederai independensi, profesionalisme, dan integritasnya. ”Kami juga sudah cek ke Universitas Lampung, bahwa tidak ada juga catatan buruknya sebagai civitas akademika yang dapat merusak independensi, profesionalisme, dan integritasnya,” terangnya. 

Selain itu, lanjut dia, Dr. Budiono juga dianggap mampu bekerja sebagai anggota timsel KPU Lampung, karena pernah mendapat penghargaan dari KPU Lampung dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pusat Kajian Konstitusi dan Peraturan Perundang-undangan Fakultas Hukum Univesitas Lampung.

Sementara, untuk Dr. Hertanto, dilaporkan lantaran dirinya merupakan suami salah satu anggota KPU Lampung Handi Mulyaningsih.

Dari hasil klarifikasi, jelas Wahyu, Dr. Hertanto memang benar adalah suami yang sah dari anggota KPU Lampung Handi Mulyaningsih. Tetapi, selama istrinya dua periode menjabat komisioner KPU, belum pernah ada catatan terlibat atau melibatkan diri dalam pekerjaan di KPU Lampung.

”Alasan lainnya kami mempertahankan Dr. Hertanto, karena intelektual dan keilmuan yang dimiliki. Dia juga adalah Ketua Program Studi Magister Tata Kelola di mana itu adalah program kemitraan KPU RI Lampung dengan Unila,” jelasnya.

Sehingga, terus dia, dengan posisi itu, sebagai mitra, pihaknya mempercayai integritas dan profesionalisme Dr. Hertanto.

”Apalagi, Bu Handi sebagai istrinya tidak bisa ikut lagi seleksi komisioner KPU Lampung,” ucapnya.

Sementara, Evi Novida Ginting menambahkan, pihaknya berharap kepada masyarakat agar mempercayai kerja-kerja timsel yang dibentuk KPU RI.

”Soal sistem seleksi yang ada, kita menjaga dan membuat rambu-rambu supaya timsel dalam mengambil keputusan tentu memiliki penilaian yang bisa dipertanggungjawabkan. Dan nanti ada pokja yang dibentuk KPU untuk mengawasi timsel KPU provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.

Diketahui, KPU RI mengklarifikasi Dr. Budiono dan Dr. Hertanto sebagai timsel KPU berdasarkan surat bernomor 1078/SDM.12-Und/05/KPU/VII/2019 yang diteken Ketua KPU Arief Budiman pada 18 Juli.

Bunyi surat tersebut, ”Sehubungan dengan tanggapan atau masukan masyarakat terhadap tim seleksi calon anggota KPU Provinsi Lampung, untuk dilakukan klarifikasi pada Sabtu (20/7/2019) sekira pukul 10.00 WIB.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID