Kurir Narkoba Ini Bergaji Rp130 Juta dalam 5 Bulan - RILIS.ID
Kurir Narkoba Ini Bergaji Rp130 Juta dalam 5 Bulan
Muhammad Iqbal
Jumat | 06/04/2018 00.15 WIB
Kurir Narkoba Ini Bergaji Rp130 Juta dalam 5 Bulan
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, Bandarlampung – Meski sudah menyesali perbuatannya, Ponidi alias Dul tidak bisa mengulang kehidupan bebas di luar jeruji sel. Terdakwa kepemilikan 100 gram sabu-sabu dan 7.300 butir pil ekstasi ini hampir dapat dipastikan akan menjalani sisa umurnya di dalam penjara.

Ini setelah jaksa menuntutnya 20 tahun penjara dengan denda sebesar Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Kamis (5/4/2018).

Dul pun tertunduk lesu setelah mendengar tuntutan jaksa Alfriyady Efendi dan majelis hakim mengetok palu tanda sidang berakhir. Dengan pengawalan ketat petugas, ia melangkahkan kakinya menuju ruang tahanan di PN Tanjungkarang.

Kepada rilislampung.id, Dul mengaku menyesali semua masa suramnya sebagai kurir narkoba. Profesi itu ia lakukan setelah mendapat tawaran menggiurkan dari seorang rekannya bernama Arpan, pemilik 100 gram sabu-sabu dan 7.300 butir pil ekstasi yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Lampung.

Dul mengaku bertemu dan mengenal Arpan di Palembang. Ia merasa berhutang budi karena pernah dipinjamkan sejumlah uang. Singkat ceritanya, ia mendapat tawaran menggiurkan dari Arpan sebagai kurir narkoba.

“Saya mau bantu dia (Arpan), karena saya dijanjikan mendapat uang dari (kurir narkoba) pekerjaan itu,” ujarnya berkaca-kaca.

Profesi sebagai kurir narkoba ia lakukan selama kurun lima bulan sebelumnya akhirnya ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung di wilayah Perumahan Bukit Kemiling Permai, pada 31 Juli 2017 silam.

Dul mengaku sudah 10 kali berhasil melakukan transaksi penjualan narkoba. Bahkan ia pernah mendapat keuntungan sebesar Rp90 juta dari hasil menjual barang haram tersebut.

“Saya sudah 10 kali berhasil transaksi narkoba, pernah dapat uang Rp90 juta tapi sudah habis. Ini dijanjikan Rp60 juta, tapi baru dapat Rp20 juta. (Penghasilan sebagai kurir) Total semua sekitar Rp130 juta," katanya.

Bisnis haram itu juga menguntungkan Arpan. Bahkan terdakwa beberapa kali menyetorkan uang hasil penjualan narkoba. Ia mengaku pernah memberikan uang sekitar Rp100 juta kepada istri Arpan dari hasil menjual pil ekstasi.

“Dari setoran itu, saya mendapat keuntungan sekitar Rp20 juta. Hasilnya saya belikan sepeda motor. Sebenarnya saya dijanjikan mendapat uang Rp60 juta kalau terjual semua (100 gram SS dan 7.300 pil ekstasi),” ungkapnya.

Dul mengatakan, narkoba yang dijualnya adalah kiriman dari Aceh. Ia tidak mengetahui siapa pengirimnya. Hanya saja, ia kerap bertemu di suatu tempat untuk mengambil paket kiriman. “Tapi saya gak tahu siapa orang itu karena cuma berhubungan via telepon,” tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID